Komite Nobel memberikan sebuah alasan mengapa mereka memiliki Maria Ressa karena pada tahun 2012, ia mendirikan Rappler yang merupakan situs berita dimana memiliki fokus untuk memberikan perhatian kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Dalam salah satu artikel di Rappler, ia menyebut Duterte sebagai “Kontroversial, pembunuh dalam kampanye anti-narkoba”.

Kemudian ia juga mendokumentasikan bagaimana media sosial digunakan untuk menyebarkan berita palsu yang kemudian menyerang musuhnya serta memanipulasi suara publik.
Berkat tindakannya tersebut, ia dituduh telah menyebarkan fitnah dan diberikan hukuman penjara yang kemudian mengagetkan semua pers secara global.
NEXT: Kemudian, Muratov…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi