Suasana pun penuh gelak tawa. Andhika langsung menimpali, ‘’Kemarin gue ngomong kayak gitu langsung diliburkan tiga hari…’’. Suasana makin pecah oleh tawa masing-masing personel. Wendy langsung gemetaran tangannya. ‘’Kemarin saya lihat di depan ada tukang siomay bawa HT….’’ jawabnya ketika ditanya Koamdan.
Kayaknya Andhika kena sensor. Kayaknya acara itu dimata-matai ‘’orang ber-HT’’ seperti kata Wendy. Padahal sebenarnya ‘’Lapor Pak’’ adalah acara murni komedi. Dialog lucu dan segar menjadi ciri khas ‘’Lapor, Pak’’. Andry Taulani yang menjadi komandan bisa menjadi sentral figur yang menjadi host utama sebagai pusat cerita. Wendy Cagur dan Andhika Pratama bisa menjadi co-host yang saling mengisi dan mengumpan dengan dialog-dialog yang segar yang sering membuat suasana pecah.
Andry piawai mengolah situasi dengan lawakan yang standar tapi segar. Dalam sebuah episode, seorang wanita cantik datang ke kantor polisi dan ditemui Andry. Setelah basa-basi sejenak wanita itu bertanya kepada Andry dimana tempat untuk melapor. Andry menjawab, ‘’Di hatiku…’’
Wendy Cagur menjadi co-host yang tangkas mengolah situasi. Ketika seorang pelapor datang Wendy dengan ramah menyapa, ‘’Selamat datang, ada yang bisa saya banting?’’. Situasi pun pecah.
Andhika Pratama langsung menimpali dengan menyapa pelapor, ‘’Selamat datang, ada yang bisa saya bansos? Suasana makin gerr. Sang pelapor bertanya kenapa suasana kantor agak gelap. Andhika menjawab, ‘’Maaf, bola lampu masih belum terpasang,’’ sambil menunjuk ke kepala Wendy yang botak plontos.
Gaya khas Andhika

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi