Jumat, 17 April 2026, pukul : 09:45 WIB
Surabaya
--°C

Lapor, Pak

Siapa yang menyensor? Siapa lagi kalau bukan sang bos media. Kalau dikulik lebih jauh kepada para bos media pasti tidak ada jawaban yang tegas. Pasti disampaikan bahwa tidak ada larangan atau pun sensor untuk acara apa saja. Memang tidak ada sensor. Para pelaku acara itu sudah sadar dengan sendirinya. Sudah ada mekanisme sensor yang melekat pada mereka.

Itulah yang disebut sebagai swa-sensor atau ‘’self-censorship’’ yang sudah melekat dan menjadi mekanisme yang berjalan secara otomatis. Tidak ada lembaga sensor seperti zaman despotisme Orde Baru dulu. Tidak ada lagi Departemen Penerangan yang mengawasi semua media dan menarapkan sensor terhadap materi yang menyindir pemerintah. Tapi mekanisme swa-sensor tetap berlaku seperti pada era despotisme itu.

Inilah era yang oleh John Keane disebut sebagai ‘’New Despotism’’ (2020), era Despotisme Baru. Sebuah kekuasaan despot yang tidak akan membiarkan oposisi muncul untuk melakukan kritik terbuka maupun tertutup.

Dalam era Old Depotism seperti Orde Baru, oposisi dibungkam secara langsung. Para pegiat oposisi akan ditangkap kalau berani menentang kekuasan. Bahkan, kekuasan despot tidak akan segan-segan menangkap, memenjarakan, dan bahkan menghilangkan para oposan. Tidak terhitung berapa banyak aktivis oposisi yang menghilang tanpa jejak sampai sekarang.

Depotisme lama memberangus dan menyensor media. Tidak ada media yang dibiarkan bebas mengritik. Setiap kali ada suara kritis, media akan diancam dengan breidel. Kalau masih tetap kritis media pun akan dibreidel, ditutup selamanya.

era despotisme baru

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.