Begitu ramainya pengunjung di kawasan ini, sehingga jalan arus lalu lintas sangat padat. Baik yang menggunakan mobil atau sepeda motor. Bahkan, beberapa pengendara sengaja membleyer gas motornya dengan suara yang memekakkan telinga, sehingga suasananya seperti Tahun Baru jika di Surabaya.
Bowo, pria asal Lamongan yang mengaku sudah 25 tahun menetap di Mimika mengatakan, Jalan Airport tersebut memang sudah lama dikenal sebagai tempat kongkow-kongkow bagi warga Mimika. Terutama warga pendatang yang berasal dari berbagai daerah di tanah air. Terutama Ambon, Jawa, Sulawesi, dan NTT.

“Tapi hanya Sabtu dan Minggu saja yang ramai. Terutama Minggu sore,” kata pria yang ditugaskan sebagai sopir awak media asal Jatim selama perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Mimika.
Pieters, salah seorang warga pendatang asal Ambon mengaku hampir setiap Minggu mengajak anak dan istrinya berjalan-jalan ke tempat ini. “Hanya sekadar refreshing, duduk-duduk santai aja,” akunya.
Di tempat ini, menurut Pieters, biasanya dia bertemu sesama perantau asal Ambon yang bekerja di Mimika. “Suasana di sini memang nyaman. Enak buat kongkow-kongkow,” sambungnya.
Next: Sambil bersantai…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi