Saking kelasnya permainan Persis, mereka tidak membiarkan pemain-pemain PSG Pati mampu menembak tepat sasaran sepanjang pertandingan. Dari sembilan tembakan yang dilancarkan PSG Pati, tak satu pun yang mengarah ke gawang Wahyu Tri Nugroho.
Sebaliknya, dari 12 kali tembakan yang dilakukan Eky Taufik dkk, lima di antaranya atau sekitar 41,6 persennya mengarah ke gawang Khusnul. Termasuk dua peluang yang gagal dia selamatkan dan berbuah gol Persis itu.
Meski begitu, mantan asisten pelatih Bali United itu meminta anak asuhnya untuk tidak berpuas diri setelah memenangi laga yang dapat dibilang sebagai big match di Liga 2 itu. ’’Masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki,’’ pinta Eko.
Eky juga meminta pendukung Persis supaya tidak terlalu jumawa menyambut kemenangan ini. ’’Boleh larut dalam euforia. Tapi besok, setelah ini, kami harus kembali fokus ke pertandingan-pertandingan berikutnya,’’ harap Eky.
Di sisi lain, bagi pelatih PSG Pati Ibnu Grahan, kekalahan dalam laga pertama di Liga 2 itu pun jadi momen baginya dan awak Kuda Hitam Saridin (julukan PSG Pati) menunjukkan bahwa apa yang sudah jadi stigma di publik tentang timnya sudah berubah.
Next: Anda bisa lihat…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi