Menu

Mode Gelap

kempalanda · 24 Sep 2021 10:48 WIB ·

Bagaimana Menghadapi Usia Tua?


					Ilustrasi (Pexels/
Ali Arapoğlu) Perbesar

Ilustrasi (Pexels/ Ali Arapoğlu)

Oleh: Ferry Is Mirza
Wartawan Utama Pengurus PWI Jawa Timur

KEMPALAN: Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin (1:348) mengatakan, “Maka, seyogyanya orang yang usianya semakin menua untuk memperbanyak amal saleh dan para remaja juga seharusnya demikian, karena manusia tidak tahu kapan ia akan meninggal. Bisa saja, seorang pemuda meninggal pada usia mudanya atau ajalnya tertunda hingga ia tua. Akan tetapi, yang pasti, orang yang sudah berusia senja, ia lebih dekat kepada kematian, lantaran telah menghabiskan jatah usianya.”

Amalan pada usia senja

Lebih memperhatikan amalan-amalan wajib. Sebab, ibadah-ibadah yang bersifat wajib (fardhu) merupakan kewajiban yang bersifat individual yang harus ditegakkan sendiri-sendiri oleh setiap Muslim dan Muslimah hingga ajal datang.

Selain itu, amal-amal wajib adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala

  • Menghindari hal-hal yang diharamkan oleh syariat.
  • Menambah amalan-amalan sunnah.
  • Banyak bertahmid, membaca istighfar, dan bertaubat.
  • Memperbanyak amal-amal ringan, tapi berpahala besar, seperti berdzikir pagi petang dan membaca shalawat.
  • Tetap aktif dalam thalabul ilmi (menghadiri majelis ilmu).

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah tidak akan menerima argumen kepada seseorang yang Allah tunda ajalnya hingga mencapai 60 tahun.” (HR. Bukhari, no.641)

Rutin mempelajari Alquran dan men-tadabburi-nya (merenungkannya) lewat bahasan ulama dalam kitab tafsir (yang tentu lebih mendalam dari sekadar Alquran terjemah).

Berpesan kepada anak-anak dan keturunan agar menjadi saleh dan salehah, gemar mendoakan orang tua baik saat masih hidup atau setelah meninggal, dan membantu men-talqin orang tua ketika akan meninggal.

Doa agar umur panjang dan penuh berkah

Rajinlah berdo’a seperti ini,

ALLAHUMMA AK-TSIR MAALII WA WALADII, WA BAARIK LII FIIMAA A’THOITANII WA ATHIL HAYAATII ‘ALA THO’ATIK WA AHSIN ‘AMALII WAGH-FIR LII

Artinya: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” (Diambil dari kumpulan doa dari Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qahthani rahimahullah)

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah, dan semoga usia kita terus penuh keberkahan. Jumah barakah… (*)

Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Memaknai Jabatan Sebagai Amanah

22 Oktober 2021 - 19:59 WIB

Meluruskan “Maulid dan Selawat”

19 Oktober 2021 - 15:49 WIB

Mengenang Muhammad Rasulullah

19 Oktober 2021 - 15:37 WIB

Kongres Nasional Indonesia Kompeten II 2021, Akselerasi SDM Kompeten

19 Oktober 2021 - 15:22 WIB

Pada Rasulallah Shallallah Alaihi Wassalam Kita Belajar dan Meneladani

18 Oktober 2021 - 07:50 WIB

Rakyat Azerbaijan Merayakan 30 Tahun Kemerdekaan dengan Kesuksesan Besar

17 Oktober 2021 - 12:51 WIB

Trending di kempalanda