Banyak jurnalis, aktivis hingga perempuan yang menyetujui bahwa memang Taliban tidak memberikan lingkungan yang nyaman bagi haknya dalam kehidupan bernegara. Taliban gagal dalam menghidupkan kembali publik yang aman untuk semua entitas yang ada.
Kemudian lebih spesifiknya kepada hak perempuan, organisasi tersebut mengatakan dalam laporannya bahwa “Hak perempuan yang selalu dibicarakan oleh Taliban semakin tidak jelas dan inkonsisten serta semakin membuat perempuan di Afghanistan semakin berada di keadaan yang mengerikan”.
Secara ringkas, melansir dari Aljazeera, tidak ada lagi namanya hak perempuan di Afghanistan.
Untuk membaca laporan tersebut, bisa mengunjungi link yang diberikan dibawah:
https://www.amnestyusa.org/wp-content/uploads/2021/09/2021-09-Briefing-final.docx
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi