Napoleon berada pada tahanan Bareskrim bersama-sama Muhammad Kece. Dalam sebuah kesempatan, Napoleon yang sangat marah menghajar kece secara fisik. Bukan itu saja, Napoleon melumuri wajah dan tubuh Kece dengan kotoran manusia.
Cerita penganiayaan ini menyebar luas ke masyarakat. Awalnya tidak jelas penganiayaan macam apa yang dilakukan oleh Napoleon. Tapi, belakangan beredar luas di media bahwa Napoleon menganiaya Kece dengan melumuri muka dan badan dengan kotoran manusia.
Napoleon dengan terus terang mengakui perbuatannya. Ia bahkan menulis surat terbuka yang disiarkan oleh media. Dalam surat itu Napoleon mengakui bahwa dia telah menganiaya Kece. Napoleon mengatakan bahwa sebagai orang yang dilahirkan sebagai muslim dirinya merasa sangat terhina oleh perbuatan Kece.
Surat terbuka itu cukup menyentuh hati banyak orang. Surat itu menunjukkan sisi yang berbeda dari profil Napoleon yang selama ini dilihat sebagai penerima suap. Surat itu menunjukkan bahwa Napoleon punya hati dan idealisme, untuk melawan sesuatu yang dianggapnya sebagai ketidakadilan.
‘’Alhamdulillah, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah-ku, Alquran, Rasulullah SAW, dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun terhadap siapa saja yang berani melakukannya. Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece, apapun risikonya’’.
Pendek tapi cukup puitis. Ada power di dalamnya. Ada idelisme yang kuat dalam deretan kalimat-kalimat itu. Terasa kuat sekali ada nada pemberontakan dan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam surat cinta itu. Napoleon melawan dengan ‘’tindakan terukur’’ apapun risikonya.
Bahwa…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi