Senin, 20 April 2026, pukul : 05:35 WIB
Surabaya
--°C

M Kece, Belumur Kotoran Manusia  

Hambali Rasidi

Oleh: Hambali Rasidi, wartawan senior di Madura

KEMPALAN: “Dihina secara pribadi, Rasul SAW diam. Saat Islam dihina dan diperolok-olok kaum kafir. Nabi SAW menyatakan perang,” begitu para ustaz dan kiai memberi keterangan dalam ceramahnya.

Ada pula yang meluruskan ceramah para kiai itu. “Nabi SAW tidak marah untuk kepentingan (pribadinya). Namun jika ajaran-Nya dilanggar, maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa tegak di hadapan kemarahan beliau.”

Barangkali ini yang melatarbelakangi Irjen Napoleon Bonaparte untuk meneruskan ceramah para kiai dan ustaz di atas. Sehingga melampiaskan murkanya saat bertemu M. Kece di Rutan Mabes Polri.

Tanpa banyak berpikir panjang. Jenderal Bintang Dua ini menggebuki M. Kece hingga wajahnya bonyok.

Masih belum puas. Jenderal ini melumuri wajah dan tubuh M. Kece dengan tahi (kotoran) manusia.

Melalui kuasa hukumnya, Irjen Bonaparte membuat surat terbuka pasca insiden itu. Bunyi suratnya seperti menegaskan bahwa apa yang dilakukan pada M. Kece untuk membela Allah, Rasul, Kitab Suci Al-Qur’an dan Islam–agama yang diyakininya.

Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Qur’an, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” begitu surat Irjen Bonaparte yang banyak dikutip berbagai media melalui kuasa hukumnya.

Irjen Bonaparte menganggap perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

M. Kece ditahan karena dianggap menghina Islam, Allah, dan Nabi Muhammad SAW serta Islam lewat kanal YouTube-nya.

M. Kece mempelesetkan bacaan Assalamu’alaikum menjadi, “Assalamu’alaukum Warahmatu Yesus Wabarokatuh.” Atau kalimat berikutnya yang juga sering ia ucapkan, “Alhamdulil Yesus.

Irjen Bonaparte dalam surat itu, bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dahlan Iskan melalui situs Disway menyebut, Napoleon lahir di Jakarta. Ayahnya, Mohamad Sari, orang Empat Lawang, Sumatera Selatan. Ia pengagum jenderal Prancis, Napoleon Bonaparte.

Ibu Bonaparte berdarah Indo-Manado. Napoleon orangnya ganteng. Pernah jadi pemeran utama sinetron 13 seri Pedang Keadilan (1994).

Irjen Bonaparte alumni Akademi Kepolisian (Akmil). Dia ditahan di rutan Mabes Polri karena terlibat suap dari konglomerat Mulia Group, Djoko Tjandra. Bonaparte sebagai komandan interpol Indonesia, Bonaparte menghapus status buron konglomerat itu.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas ikut berkomentar atas sikap Irjen Napoleon Bonaparte yang menggebuki M. Kece di rutan Bareskrim Polri.

Dari kejadian itu, Ustaz Anwar Abbas melihat ada pelajaran yang bisa dipetik.

“Setinggi apa pun jabatan orang dan sehebat apa pun pengetahuan orang tentang hukum, tapi kalau agama dan keyakinannya diganggu, maka yang akan berbicara selain rasio juga adalah keimanannya,” kata Anwar, seperti dikutip Tribunnews, Senin (20/9).

Anwar berharap negara dan para penegak hukum bisa cepat tanggap bila ada masalah-masalah yang menyangkut pelecehan terhadap masalah agama.

Bagi Ustaz Anwar, persoalan agama yang menjadi keyakinan seseorang sangat sensitif. Agar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sudah terajut tidak dirusak oleh sikap dan perbuatan segelintir orang.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh para netizen merespon pemberitaan sikap Irjen Napoleon Bonaparte yang menggebuki M. Kece.

Kiai Sufyan Abbas di Sumenep Madura lewat status Facebook-nya menulis: “Gk Usah Pakai TERUKUR Jendral. GerPas Paaaas.. Tomanin.” (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.