Ya. Satu malam mengajarkanku bagaimana potretmu tak mampu melukiskan sempurnamu. Kau memulai di tengah hari, nanti tiga jam aku akan melihatmu lagi. Hingga saat itu tiba, lewat ribuan kecupan, cintaku manisku, jangan kau kecewakan darahku yang terbakar hanya untukmu.
Ketika Napoleon mendekati ajal, ia menulis sebait puisi terakhir, “Dalam hidupku hanya ada Prancis, pasukan, Panglima, dan Josephine.”
Napoleon Bonaparte abad ke-19 beda dengan Napoleon Bonaparte abad milenial sekarang ini. Napoleon Bonaparter Prancis berinkarnasi menjadi Napoleon Bonaparte baru yang menjadi polisi dengan pangkat inspektur jenderal. Beberapa hari belakangan ini ‘’surat cinta’’ Napoleon Bonaparte milenial beredar luas dan viral di media.
Napoleon Prancis tidak pernah takut menghajar orang. Napoleon sang jenderal polisi ini rupanya juga tidak takut menghajar orang, terutama orang yang dianggapnya kurang ajar dan menghinanya.
Kali ini, Napoleon Bonaparte bikin heboh di Indonesia. Dia adalah jenderal polisi yang divonis empat tahun penjara karena terlibat dalam kasus suap Joker, Djoko Tjandra. Di dalam ruang tahanan Bareskrim, Napoleon menghajar dan menganiaya seorang tahanan lainnya, Muhammad Kece.
Muhammad Kece ditahan karena kasus dugaan penistaan dan penghinaan agama Islam. Dia membuat banyak unggahan yang dianggap menghina dan melecehkan Nabi Muhammad. Unggahan itu membuat marah kalangan ummat Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PB NU mengecam keras unggahan Kece dan mendesak supaya Kece dihukum.
Sampai dengan beberapa minggu di dalam tahanan, unggahan Kece masih tetap bisa diakses di akun media sosialnya. Hal ini membuat geram banyak orang. Konten yang dianggap menghina itu dibiarkan saja dan tidak di-take down oleh otoritas. Dalam banyak kasus yang berhubungan dengan konten medsos, hal-hal yang sensitif dan kontroversi biasanya dengan cepat dihapus oleh otoritas.
Napoleon berada…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi