BRUSSELS-KEMPALAN: Sekretaris Jenderal NATO yaitu Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Iran dan Korea Utara untuk kesekian kalinya melanggar peraturan internasional dalam konteks pengembangan teknologi nuklir dan sistem misil. Ia juga mengatakan bahwa NATO bersama dengan negara anggotanya harus “Melek” terhadap ancaman yang ada pada saat ini.
“Terdapat beberapa pihak pemain senjata nuklir dan sistem senjata misil seperti contohnya Iran dan Korea Utara yang secara jelas melanggar aturan global dan menyebarkan teknologi berbahaya,” ucap Jens Stoltenberg.
Korea Utara memang sedari dulu melanggar perjanjian dunia internasional dan oleh karena itu tidak jarang disebut sebagi “Rogue state” yang tidak akan pernah dipercaya. Kemudian untuk Iran, terdapat tarik ulur yang dilakukan Iran yang pada awalnya setuju untuk menyetop dan membatasi pengembangan Uranium namun semenjak dibunuhnya Qasim Soleimani, Iran mulai bermain nakal dengan pengembangan Uranium-nya.
Berbicara dalam konferensi NATO dalam bidang Arms Control and Weapon of Mass Destruction, Sekjen NATO tersebut berkata bahwa pada saat ini dunia semakin tidak terprediksi, semakin kompetitif dan semakin berbahaya.
Ia juga memberikan sedikit pandangannya mengenai peranan NATO di Afghanistan yang kemudian menepis semua tuduhan bahwa NATO terlibat dalam perang 20 tahun lamanya. “Tugas kita sekarang adalah untuk tetap melawan semua tindakan terorisme dan tetap waspada dari semua ancaman yang ada. Kita juga harus memberikan tenaga kita untuk memastikan keamanan di Afghanistan dan akan memperkuat kinerja kami antar negara anggota” ucapnya. (The National, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi