MOSKOW-KEMPALAN: Pada Kamis (24/2), Rusia meluncurkan Operasi Militernya ke Ukraina Timur dengan melakukan serangan darat, udara dan air.
Pada hari kedua operasi militer tersebut, banyak hal yang sudah terjadi dan akan dijelaskan dalam tulisan ini.
AS dan Pemimpin Eropa lainnya berikan sanksi ke Rusia
Pada Jumat (25/2), Biden bersama dengan mitranya mengatakan akan memberikan sanksi yang berat kepada Rusia dengan membekukan aset dari empat bank besar Rusia, kontrol ekspor serta sanksi kepada individu-individu di Rusia termasuk Putin.
Belarusia juga mendapatkan sanksi dari AS beserta mitranya dengan alasan menjadi tempat bagi Rusia untuk melancarkan serangan ke Ukraina.
Justifikasi Putin
Dalam perkataannya di TV, Putin mengatakan bahwa pada saat ini dibutukan perlindungan kepada warga sipil yang berada di Ukraina Timur, dimana terdapat pasukan militer Ukraina yang masih melakukan serangan kepada Kelompok Separatis.
Putin juga mengatakan bahwa negara manapun yang akan ikut campur dalam konflik ini, maka akan mendapatkan konsekuensi besar yang tidak pernah dilihat sebelumnya.
Presiden Ukraina Merespons Serangan Rusia
Presiden Ukraina yaitu Zelenskyy memerintahkan kepada semua warganya untuk berlindung diam di rumah masing-masing dan menunggu hingga suasana mendingin.
Ia juga berjanji bahwa Ukraina akan melindungi negaranya sendiri dan memerintahkan mobilisasi militer.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya pada saat ini menjadi target No. 1 dari Rusia, namun tetap memutuskan untuk diam di Kiev untuk melindungi negaranya.
Chernobyl berada di Tangan Rusia
Pihak Ukraina mengatakan bahwa reaktor Nuklir Chernobyl pada saat ini telah berada di bawah tangan Rusia setelah adanya pertempuran sengit.
Salah satu pihak resmi Ukraina juga menulis di Facebook bahwa staff yang bekerja di Chernobyl pada saat ini menjadi tahanan ketika Rusia mengambil alih reaktor tersebut.
(Muhamad Nurilham, diambil dari beberapa sumber)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi