WASHINGTON-KEMPALAN: Berdasarkan banyak fakta dari beberapa media, banyak menyebutkan bahwa pengungsi dari Afghanistan tidak membawa apapun barangnya selain baju yang sedang digunakan. Semua penghidupan yang telah dibangun di Afghanistan hilang dan seolah-olah semua warga Afghanistan yang berhasil dievakuasi memulai hidupnya yang baru dari awal.
Pemerintahan AS dibawah Biden dan dibantu oleh sekitar 200 agensi swasta tengah berupaya untuk menciptakan sebuah sistem dan metode supaya semua warga Afghanistan dapat hidup sebagai manusia normal setelah kabur dari negaranya yang tengah dikuasai oleh Taliban.
Kementerian Luar Negeri AS juga tengah memiliki rencana untuk memberikan sekitar 2,275 USD atau sekitar 33 Juta Rupiah kepada tiap-tiap warga yang dievakuasi untuk dapat bertahan hidup selama beberapa bulan kedepan. Uang tersebut dapat digunakan untuk menyewa rumah, membeli makanan dan semua barang yang dibutuhkan termasuk memberikan pendidikan di AS.
“Permasalahan ini tidak seperti biasanya. Kami tidak siap. Kami tidak pernah melakukan seperti ini sebelumnya. Tapi kami akan terus bersiap dan meskipun tidak sempurna, setidaknya semuanya berjalan lancar karena permasalahan ini sangat darurat” ucap Chris George yang merupakan Eksekutif Direktur dari Layanan Pengungsi dan Imigran di Connecticut.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah merekrut orang yang kapabel untuk mengurusi penyewaan apartemen untuk tempat tinggal pengungsi. Kemudian juga ia menambahkan bahwa pihaknya telah memiliki koordinator pendidikan untuk warga pengungsi supaya dapat bersekolah di AS.
Tidak hanya lembaga pemerintah, korporasi besar seperti Airbnb juga berjanji untuk memberikan tempat tinggal sementara untuk 20 ribu pengungsi serta Walmart yang memberikan 1 Juta USD atau sekitar 14 Miliar. (Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi