KEMPALAN: Ilhan Abdullahi Omar, wanita berusia 40 tahun, tercatat dalam sejarah sebagai wanita muslim pertama yang menjadi anggota Kongres Amerika. Pada 2018 Ilhan, keturunan imigran Somalia, terpilih sebagai anggota Kongres mewakili daerah pemilihan Minnesota. Sebelumnya, Ilhan sudah terlebih dahulu terpilih sebagai anggota DPR dari Minnesota mewakili Partai Demokrat.
Ilhan menjadi salah satu anggota Kongres yang populer dan menjadi salah satu media darling yang menjadi langganan pemberitaan media-media mainstream Amerika. Liputan terhadap Ilhan tidak selalu positif, dan malah cenderung negatif. Tetapi, Ilhan punya kecerdasan politik yang tinggi untuk membalik framing negatif menjadi positif dan menguntungkan.
Dari total 435 anggota Kongres Amerika hanya ada dua wanita muslim, yaitu Ilhan Omar dan Rashida Tlaib. Dua wanita ini menonjol karena latar belakang etnik dan agamanya yang dianggap unik. Ilhan Omar yang mengenakan hijab sering mendapat sorotan stereotype dari publik dan dari anggota Kongres sendiri.
Ilhan mencatat sejarah lagi karena Kongres menyetujui usulnya untuk membuat undang-undang anti-Islamophobia. Hal ini terjadi setelah Ilhan diserang oleh sesama anggota Kongres dari Partai Demokrat yang menyebut Ilhan sebagai bagian dari terorisme Islam internasional.
Ilhan memakai serangan ini untuk menyerang balik. Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat masih menjadi lahan subur bagi tumbuhnya kebencian terhadap Islam atau Islamophobia. Karena itu Ilhan mengusulkan supaya Kongres mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan negara membentuk sebuah badan untuk mengawasi gangguan terhadap umat muslim dalam bentuk Islamophobia.
Ini merupakan kemajuan penting bagi perkembangan Islam di Amerika. Jumlah umat Islam di Amerika diperkirakan akan terus meningkat. Bahkan pada 2050, populasi muslim diprediksi tumbuh hingga dua kali lipat.
Menurut data terakhir Pew Research Center, sekitar 3,3 juta Muslim dari segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada 2015. Ini berarti bahwa populasi Muslim sebesar satu persen dari 322 juta orang pada 2015.
Data ini berdasarkan proyeksi demografis yang mencontohkan pertumbuhan populasi muslim Amerika sejak perkiraan 2011 mencakup orang dewasa dan anak-anak. Muslim di Amerika Serikat termasuk warga minoritas, bahkan penganut agama lain seperti Yahudi dan Hindu memiliki populasi lebih banyak.
Di beberapa kota, jumlah umat Islam lebih dari satu persen. Dan bahkan di tingkat negara bagian Muslim tidak terdistribusi secara merata, beberapa negara bagian, seperti New Jersey, memiliki dua atau tiga kali lebih banyak muslim dewasa. Namun demikian pertumbuhan muslim sejak 2007 terlihat stabil baik jumlah maupun persentase.
Populasi muslim diprediksi akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Hindu dan jauh lebih cepat daripada populasi Yahudi dalam beberapa dekade mendatang. Bahkan sebelum 2040, umat Islam akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat, setelah Kristen.
Pada 2050, populasi muslim Amerika Serikat akan mencapai 8,1 juta orang atau 2,1 persen dari total populasi. Faktor utama meningkatnya populasi muslim di Amerika Serikat dari 2010 hingga 2015 adalah adanya migrasi. Sebanyak 10 persen dari imigran yang datang ke Amerika Serikat adalah muslim.
Amerika Serikat adalah negara sekuler yang dianggap lebih ramah terhadap agama. Menurut Ahmet T. Kuru, profesor dan direktur Center for Islamic and Arabic Studies Universitas San Diego, Amerika sebenarnya lebih ‘’ramah’’ terhadap Islam karena sistem Amerika dikategorikan sebagai sekuler pasif.
Amerika tetap menjadi negara sekuler dalam arti negara tidak mengurusi agama karena agama adalah urusan pribadi. Tetapi, Amerika menjamin kebebasan beragama dan tidak mengeluarkan undang-undang yang melarang praktik agama tertentu.
Hal ini berbeda dengan Prancis, yang oleh Ahmet Kuru dikategorikan sebagai negara sekuler asertif. Dengan posisi ini Prancis menempatkan diri sebagai negara sekuler yang memisahkan agama dari urusan negara dan melarang praktik-praktik agama di tempat umum. Prancis juga melarang simbol-simbol agama di tempat umum termasuk pemakaian busana muslim di sekolah atau instansi negara.
Prancis bukan hanya…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi