KABUL-KEMPALAN: Berdasarkan pernyataan resmi Pusat Komando AS, pihaknya hingga saat ini belum mengetahui apakah ada korban jiwa terkait serangan drone kedua oleh AS. Namun melansir dari Aljazeera, serangan kedua AS yang menggunakan drone tersebut dikabarkan menewaskan sembilan warga sipil dari satu keluarga, termasuk enam anak-anak.
Saksi mata kejadian tersebut memberikan detail terkait serangan drone AS yang menewaskan sembilan warga sipil termasuk anak-anak di dalamnya. Kesembilan orang yang tewas tersebut adalah Zamaray (40), Naseer (30), Zameer (20), Faisal (10), Farzad (9), Armin (4), Benyamin (3), Ayat (2), dan Sumaya (2).
“Kami bukan ISIS dan ini adalah rumah keluarga dimana saudara-saudara kami tinggal bersama keluarga korban tersebut,” ucap saksi mata.
Pusat Komando AS juga tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kebenaran kabar tersebut terkait korban sipil akibat serangan drone milik AS. Sebelumnya Bill Urban juga telah menyatakan bahwa pihaknya tidak tahu dan telah meminta maaf jika terjadi hal yang terjadi di luar dugaan.
“Kurang jelas mengenai apa yang terjadi namun kami terus melakukan investigasi. Kami juga meminta maaf jika adanya kemungkinan korban jiwa yang terjadi,” ucap Bill Urban.
Serangan drone yang ditembakkan di daerah utara luar bandara Kabul dengan jarak kurang lebih satu KM menjadi salah satu cara AS untuk membela diri dari ancaman yang kemungkinan akan terjadi. Serangan tersebut juga berhasil mengenai target yang berada di dalam kendaraan dan muncul ledakan sekunder yang menjadi bukti kuat bahwa memang ada bahan peledak di dalamnya. (Aljazeera/CNN, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi