BEIJING-KEMPALAN: Konflik Rusia dan Ukraina yang dimulai dengan pengumuman operasi militer khusus di Donbass menyeret banyak negara dalam konflik diplomatik yang semakin meluas, dua di antaranya adalah Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyampaikan bahwa pihak Amerika Serikat telah berulang-ulang menyebarkan informasi palsu berkaitan dengan permasalahan Ukraina untuk mendiskreditkan dan memfitnah Tiongkok agar bisa melalaikan kewajibannya. Hal itu menurutnya sangatlah munafik dan tercela.
Juru bicara itu bernama Wang Wenbin yang menyampaikan hal di atas pada Jumat (4/4) ketika diminta berkomentar tentang laporan bahwa perwira militer AS senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada Kamis (3/4) bahwa Tiongkok terus mengungkapkan permasalahan mengenai situasi di Ukraina, tapi tidak ingin mengutuk dan menyangsi Rusia seperti negara lain, serta tidak berniat untuk terlibat dalam upaya penyelesaian diplomatik apapun dalam masalah itu.
“Menyebarkan informasi palsu tidak bisa menutup-nutupi tanggung jawab dari para penggagas krisis di Ukraina, tetapi justru membuka niatan asli dari kubu AS untuk mengambil untung dari krisis tersebut,” tutur Wang seperti yang dikutip Kempalan dari Xinhua.
Ada pertanyaan-pertanyaan yang menurutnya harus dijawab oleh Amerika Serikat, seperti AS mengklaim ekspansi NATO adalah demi perdamaian, apakah sudah tercapai? Lalu AS mengklaim lagi bahwa ia akan mencegah perang di Eropa, apakah memang sudah dilakukan? Terakhir, AS mengklaim berkomitmen untuk solusi damai akan krisis tersebut, tapi selain menyediakan bantuan militer dan tindakan pencegahan, apa yang sudah dilakukan AS untuk perdamaian?
Sementara itu, menurut Wang, negaranya selalu menentukan sikap dan kebijakannya didasarkan pada ciri dari permasalahan itu sendiri dan Tiongkok akan terus memainkan peran yang membangun dalam mencari dan mewujudkan perdamaian.
“Kami menyambut semua upaya diplomatik yang kondusif terhadap penyelesaian politik dalam permasalahan Ukraina, dan mendukung Rusia serta Ukraina dalam mencari solusi politik melalui dialog dan negosiasi yang mengakomodasi kekhawatiran yang sah dari kedua belah pihak dan ialah kondusif untuk kestabilan dan perdamaian abadi di Eropa,” tutur Jubir Kemenlu Tiongkok itu. (Xinhua, Reza Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi