SURABAYA-KEMPALAN: K. H. Abdurrachman Wahid, anak dari K. H. Wahid Hasyim dan cucu dari Hadratussyaikh K. H. Hasyim Asy’ari dikenal tidak hanya sebagai Presiden Keempat Republik Indonesia, namun juga sebagai tokoh agama di Nahdlatul Ulama (NU), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Pemikiran pria yang kerap dikenal sebagai Gus Dur ini seringkali dibahas dalam bilik-bilik pesantren, dunia akademis, bahkan hingga dunia aktivis.
Adapun, hingga sekarang, Gus Dur masih diperingati pula sebagai aktivis kemanusiaan yang selalu berpihak kepada yang lemah, orang yang jujur dan blak-blakan, namun juga easygoing, Almarhum Gus Dur adalah role model bagi para pemuda Nahdliyin yang kerap kali berkumpul dalam kelompok Gusdurian.
Lalu seperti apa pemikiran Islam ala Gus Dur? Mari simak diskusinya bersama Prof. Greg Barton yang menuliskan biografi resmi dari Presiden Keempat Republik Indonesia itu dan diberi sambutan oleh salah satu tokoh NU tersohor, Zastrouw al-Ngatawi. (Madat Club for Kempalan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi