Minggu, 19 April 2026, pukul : 01:01 WIB
Surabaya
--°C

Jelang PON XX Papua, Jatim Fokus Keselamatan dan Kesehatan Atlet

SURABAYA, KEMPALAN: KONI Jatim menargetkan juara umum dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Namun, berapa target perolehan medali yang akan diraih, Ketua Harian KONI Jatim M.Nabil tidak menyebutkan.

Pasalnya, tidak ada event yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menghitung perolehan medali. Sebab, tidak ada kegiatan tanding, kejurnas atau kejuaraan lain yang digelar atau diikuti selama pandemi Covid-19.

“Sehingga, ukuran kita ya hasil dari pra-PON kemarin, di mana Jatim keluar sebagai juara umum. Saat itu, banyak atlet kita yang merebut juara,” kata Nabil, Rabu (1/9).

Namun, yang paling penting saat ini, menurut Nabil, pengurus KONI Jatim lagi fokus memikirkan kesiapan para atlet menjelang keberangkatan ke Papua. Khususnya mengenai keselamatan dan kesehatan para atlet, sehingga harus diupayakan zero Covid-19 sebelum berangkat dan sampai berlaga di PON XX Papua, sesuai pesan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Karena kondisi Covid-19 sedang naik, maka sekarang latihan tetap jalan namun tetap melakukan pengetatan terhadap prosedur protokol kesehatan.

Dalam pengetatan ini, maka PNN kembali seperti awal yaitu atlet, pelatih, mekanik berada dalam satu camp latihan dan tidak boleh pulang atau keluar bermain kecuali ke tempat latihan, atau urusan pengobatan.

Kemudian, dalam setiap beraktivitas diwajibkan melakukan pemeriksaan suhu badan, kemudian saturasi oksigen menggunakan oxymeter, dan sebagainya.

“Jadi sangat ketat, semua yang tergabung dalam PNN tidak boleh berinteraksi dengan pihak luar, begitu juga sebaliknya, pihak luar dilarang memasuki tempat berlatih dan tempat menginap atlet,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Nabil, para atlet harus menjalani serangkaian test PCR. Pertama pada H-30 sebelum berangkat, kemudian H-15, dan menjelang berangkat ke Papua. “Bahkan saat mau bertanding pun dilakukan test PCR lagi. Karena salah satu syaratnya, atlet yang akan bertanding harus zero Covid-19 lewat test PCR,” ujar mantan Sekretaris KNPI Jatim ini.

Menurut Nabil, masalah keselamatan dan kesehatan atlet menjadi perhatian serius para pengurus KONI Jatim, selain target prestasi di PON XX Papua. “Kita sudah empat tahun mengadakan persiapan untuk PON XX Papua. Jangan sampai kita gagal hanya gara-gara tidak lolos test PCR. Itu akan sangat menyakitkan,” ucapnya.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya atlet yang terpapar, KONI Jatim akan menyediakan rumah isoman di tiap wilayah di Papua. “Tiap wilayah akan kita siapkan satu rumah isoman plus 10 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik, disamping obat-obatan,” jelas Nabil.

Selain itu, Nabil juga mengungkapkan bahwa KONI Jatim juga mengusulkan agar syarat pertandingan PON XX Papua diubah, khususnya mengenai jumlah peserta. “Disebutkan bahwa syarat pertandingan minimal harus diikuti lima daerah provinsi. Kita usulkan jangan lima, tapi tiga daerah saja,” tuturnya.

Hal ini, lanjut Nabil, untuk menghindari adanya daerah yang mengundurkan diri pada hari H. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.