WINA-KEMPALAN: Pada saat ini, negara-negara Eropa berlomba-lomba untuk dapat menampung pengungsi dari Afghanistan semenjak Taliban menguasai pemerintahan dengan alasan untuk melakukan bantuan moral sebagaimana yang dikatakan oleh presiden Komisi Eropa.
Permasalahan pengungsi memang akan selalu menjadi permasalahan yang hangat di dunia internasional karena menyangkut HAM, keamanan suatu negara, ekonomi dan lainnya hingga terkadang suatu negara dapat pro-kontra terhadap penerimaan pengungsi. Eropa di bawah EU menjadi contoh bahwa membantu pengungsi merupakan tugas moral sebagai manusia, namun kebanyakan negara seperti Yunani, Turki dan Austria secara tegas tidak ingin menambah lagi jumlah pengungsi.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya ketika negara Eropa menerima banyak pengungsi dari Suriah yang kemudian membuat beberapa permasalahan dan ancaman keamanan, Kanselir Austria Sebastian Kurz berkata bahwa pada saat ini Eropa tidak harus mengulangi kesalahan yang sama yang diakibatkan oleh pengungsi.
Kanselir Kurz sejauh ini menolak untuk menambah lebih banyak pengungsi dari Afghanistan dengan alasan bahwa Austria pada saat ini telah menerima sekitar 40,000 orang semenjak beberapa tahun belakangan dan telah menjadi negara dengan komunitas Afghan terbesar di Eropa bahkan dunia.
Kanselir Kurz juga menambahkan bahwa Austria telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Eropa dan para pengungsi sehingga pada saat ini menolak untuk menambah peranan serta kontribusi terlebih lagi karena permasalahan integrasi. Oleh karena itu, Kanselir Kurz mengatakan bahwa sudah saatnya negara-negara Eropa lainnya turut ikut serta menyelesaikan permasalahan ini dan tidak membebankan semuanya ke Austria. (European News, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi