Gegara Video “Keco’ Sapena” Warga Tak Mau Vaksin, Camat di Sumenep Mengundurkan Diri

waktu baca 3 menit
Camat Batang-Batang Joko Suwarno saat Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi di Pendopo Kecamatan Batang-Batang pada Jumat (13/8/2021). Camat Batang-Batang Joko Suwarno ketika berpidato keceplosan menyuruh para kades yang hadir agar mencuri sapi warga yang tak mau divaksin. Gegara video "keco' sapena" yang viral, Joko Suwarno memilih mengundurkan diri dari Camat Batang-Batang, Sumenep.

SUMENEP-KEMPALAN: Tak sampai satu minggu setelah video “keco’ sapena” viral di jagat medsos. Joko Suwarno akhirnya menyatakan mengundurkan diri sebagai Camat Batang-Batang, Sumenep.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Abdul Madjid, saat menerima mahasiswa Sumenep yang mendemo Kantor Bupati Sumenep, JL dr Cipto, Senin (23/8).

“Hari Rabu (18/8) kemarin, kami BKPSDM dan Inspektorat telah memanggil yang bersangkutan (Camat Batang-Batang, red) untuk dimintai klarifikasi. Dua hari setelah itu, Jumat (20/8) alhamdulillah Pak Camat telah membuat surat pernyataan pengunduran diri,” terang Madjid kepada pengunjukrasa.

Madjid bercerita, setelah video Camat Batang-Batang Joko Suwarno viral karena menyuruh para Kades se Batang-Batang mencuri sapi warga yang tak mau divaksin langsung diperiksa oleh Majelis Kode Etik PNS.

“Majelis Kode Etis PNS sudah memeriksa Camat Batang-Batang Joko. Setelah mengkaji dan membahas hasil klarifikasi dari Camat Joko, beliau membuat surat pengunduran diri sebagai Camat Batang-Batang,” tutur Madjid.

“Pengunduran diri ini menunjukkan Camat Batang-batang mau mengakui kesalahannya. Untuk diketahui, 6 bulan lagi camat tersebut akan pensiun sebagai PNS,” tambahnya.

Menurut Majid, hasil pemeriksaan terhadap Camat Joko telah menyalahi kode etik ASN dan akan mendapatkan sanksi moral.

“Sanksinya adalah teguran moral, bagaimana dengan sanksi yang lain, itu urusannya inspektorat dan oleh karena itu saya sudah bergerak. Kesimpulan sudah ada bahwa memang camat itu menyalahi kode etik,” terang Majid.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap Camat Batang-Batang. Beberapa camat lain, kata Madjid juga sudah dimintai keterangan.

“Hasilnya, Bupati tidak pernah menginstruksikan camat atau siapa pun untuk mencuri sapi warga yang tak mau divaksin. Pernyataan dari camat lain tidak ada pernyataan Bupati seperti itu,” kata Majid menambahkan.

Aksi demo puluhan pemuda dan warga Batang-Batang mengepung Kantor Kecamatan Batang-Batang untuk meminta pertanggungjawaban si Camat Joko Suwarno pada Kamis (19/8).

Sementara itu, puluhan mahasiswa sengaja mendemo Kantor Pemkab Sumenep agar Camat Batang-Batang diproses secara hukum. Mahasiswa menganggap pernyataan Camat Joko bikin resah masyarakat kecil di Kecamatan Batang-batang.

“Warga takut sapi mereka dicuri lantaran tidak mau divaksin,” ucap salah satu orator aksi.

Seperti diketahui, saat Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi di Pendopo Kecamatan Batang-Batang pada Jumat (13/8/2021). Camat Batang-Batang Joko Suwarno ketika berpidato keceplosan menyuruh para kades yang hadir agar mencuri sapi warga yang tak mau divaksin.

Pernyataan Camat Joko sempat membawa nama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Karuan saja, pernyataaan Camat yang terkesan ‘meminta’ kades mencuri sapi masyarakat yang menolak divaksin dengan mencatut nama Bupati itu pun memantik reaksi masyarakat.

Aksi demo pada Kamis (19/8/2021), puluhan pemuda dan warga Batang-Batang mengepung Kantor Kecamatan Batang-Batang untuk meminta pertanggungjawaban si camat.

Puncaknya demo mahasiswa Sumenep ke Kantor Bupati Sumenep, JL dr Cipto, Senin (23/8/2021).

Pengunduran diri Camat Batang-Batang Sumenep, Joko Suwarno ini merupakan buntut dari potongan videonya yang viral di media sosial pada Minggu (15/8) lalu. (hambali rasidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *