WASHINGTON-KEMPALAN: Ned Price selaku juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutarakan bahwa memasukkan Taliban ke dalah daftar organisasi teroris adalah salah satu alat yang dapat digunakan pemerintahnya guna mendesak kelompok tersebut untuk memenuhi janjinya.
Di antara janji Taliban itu adalah tidak lagi melakukan tindak terorisme dan juga mengakhiri dukungannya kepada kelompok teroris. Menurut Ned, AS memiliki sejumlah alat guna memaksa Taliban memenuhi janjinya, salah satunya daftar teroris global khusus (SDGT).
Daftar SDGT ini dimiliki oleh Kementerian Keuangan AS yang nantinya akan digunakan untuk memberikan sanksi keuangan kepada kelompok yang mengganggu, lalu ada juga daftar Organisasi Teroris Asing (FTO) yang membuat sebuah kelompok tidak dapat dukungan material, namun posisi FTO lebih berbahaya daripada SDGT.
Sementara itu, James Dobbins selaku mantan Perwakilan AS untuk Afghanistan menyatakan Taliban, tak dapat disangkal lagi, seringkali melakukan serangan terhadap penduduk sipil secara sadar yang menurutnya adalah definisi dari terorisme.
Adapun, Pentagon melalui juru bicaranya John Kirby, menganggap masih ada sisa-sisa Al-Qaeda, meskipun tidak memiliki angka pastinya. Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh keberadaan intelijen AS yang tidak seperti sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa apa yang diminta AS untuk dilakukan oleh Taliban sedang dilaksanakan oleh kelompok tersebut dan perlahan situasi membaik. Kirby menyatakan keadaan semakin tertib. (AA, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi