PHNOM PENH-KEMPALAN: Hun Sen, Perdana Menteri Kamboja menyerukan kepada pejabat pemerintah, pegawai negeri, dan penduduknya yang telah menerima dua dosis vaksin AstraZeneca (AZ) untuk tidak menggunakan vaksin itu sebagai suntikan ketiga.
Suntikan ketiga atau biasa disebut suntikan penguat, hanya ditujukan untuk tenaga kesehatan di garis depan pada tingkat nasional dalam upaya negara Asia Tenggara itu untuk mencegah penyebaran varian Delta.
Namun larangan ini berlaku pada mereka yang sudah dua kali disuntik AstraZeneca, sementara yang mendapatkan dua suntikan Sinovac atau Sinopharm akan mendapatkan suntikan AstraZeneca untuk suntikan penguat. Ia menyatakan, permintaan juga tinggi bagi mereka yang sudah divaksin AZ.
Menurutnya, masih belum ada penelitian yang menunjukkan berapa jarak antara suntikan kedua dan ketiga untuk vaksin buatan Sarah Gilbert itu dan pemerintah Kamboja sendiri belum memiliki jumlah dosis vaksin tersebut yang memadai untuk digunakan pada semua orang.
“Saya telah memerintahkan komisi pengadaan untuk mendapatkan lebih banyak vaksin AstraZeneca bagi mereka yang sudah divaksin menggunakan vaksin AstraZeneca,” ujar Perdana Menteri Kamboja itu seperti yang dikutip Kempalan dari The Phnom Penh Post.
Or Vandine selaku Kepala Komisi Vaksinasi Covid-19 Nasional mengatakan, penerima vaksin Sinovac atau Sinopharm akan mendapatkan suntikan penguat berupa AZ setelah kisaran enam sampai delapan bulan setelah dosis pertama mereka. Pemberian suntikan penguat ini diawali di Phnom Penh untuk para dokter swasta maupun negeri pada tingkat nasional atau kota. (TPPP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi