30 Januari 2021 Ada 14.518 Kasus Covid Baru di Indonesia

waktu baca 2 menit

JAKARTA-KEMPALAN: Dari laman Covid19.go.id, jumlah kasus di Indonesia per Sabtu, 30 Januari 2021 mencapai 1.066.313 orang. Terjadi penambahan pasien positif sejumlah 14.518 orang dalam kurun waktu 24 jam. Sementara itu, sebanyak 10.242 orang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona, dan menyisakan 174.083 kasus aktif. Akumulasi pasien yang sudah sembuh dari infeksi per hari ini mencapai 862.502 orang.

Sementara Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, metodeĀ  GeNose tidak dapat menggantikan swab test PCR yang memiliki fungsi diagnosis Covid-19. Wiku menekankan, metode GeNose hanya berfungsi untuk screening atau penyaringan kasus Covid-19.

“Perlu diingat bahwa metode geNose berfungsi untuk screening dan tidak bisa menggantikan PCR yang berfungsi untuk diagnosis,” ujar Wiku, dikutip dari tayangan di kanal YouTube BNPB, Jumat (29/1). GeNose merupakan alat yang dikembangkan oleh tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak Maret 2020.

Mulai 5 Februari 2021, GeNose akan digunakan sebagai alat untuk mendeteksi Covid-19 di stasiun-stasiun kereta api dan terminal. Alat ini pun telah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 24 Desember 2020.

Muncul Covid Tongue

Sekarang juga muncul beragam gejala penyakit yang disebabkan virus SARS Cov-2. Covid Tongue menjadi salah satu gejala baru yang dijumpai pada sejumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Apa itu Covid Tongue? Seperti apa ciri-cirinya? Melansir laman UGM, Jumat (29/1/2021), Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Anton Sony Wibowo, Sp.T.H.T.K.L., M.Sc., FICS., memberikan penjelasan.

Dikatakan, Covid Tongue merupakan peristiwa terjadinya perubahan karakteristik lidah. Perubahan tersebut antara lain perubahan: 1. warna 2. bentuk 3. kondisi permukaan lidah 4. serta perubahan rasa nyeri pada pasien terinfeksi Covid-19. Atau ada perubahan warna lidah, bentuk permukaan lidah, derajat sensitivitas lidah, dan gambaran selaput permukaan lidah.

“Manifestasinya memang beragam bisa seperti pecah-pecah, herpes pada lidah, maupun jamur pada lidah. Namun, belum bisa disimpulkan secara spesifik,” ujarnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *