Kamis, 23 April 2026, pukul : 09:52 WIB
Surabaya
--°C

Ukraina Kirim 38 Ton Kawat Berduri ke Lithuania, Demi Bangun Perbatasan dengan Belarusia

KYIV-KEMPALAN: Layanan Darurat Ukraina melaporkan, pihak berwenang pemerintahnya telah mengirimkan 38 ton kawat berduri ke Lithuania sebagai bantuan kemanusiaan untuk melengkapi perbatasan dengan Belarusia di tengah masuknya migran legal ke Lithuania.

“Lebih dari 38 ton bantuan kemanusiaan telah dikirim hari ini, 12 Agustus, dari Ukraina ke Lithuania. Ini adalah yang pertama dari tiga tahap bantuan, yang dikirim Ukraina sesuai dengan keputusan Presiden Vladimir Zelensky dan resolusi Kabinet Menteri,” ujar lembaga itu yang dikutip Kempalan dari TASS.

Bantuan itu akan membantu meningkatkan perlindungan perbatasan Lithuania dari migran ilegal, kata pernyataan itu. Layanan Darurat Negara Ukraina juga mengunggah beberapa foto di situsnya yang menunjukkan bahwa kargo kemanusiaan berisikan dari kawat berduri.

Pemerintah Ukraina membuat keputusan pada 28 Juli untuk mengirim kawat berduri ke Lithuania untuk melengkapi perbatasan Lituania sementara Presiden Zelensky menandatangani dekrit yang relevan. Pengiriman kawat berduri ini diumumkan oleh Layanan Darurat Ukraina pada Kamis (12/8).

Lebih dari 3.000 migran ilegal dari Asia dan Afrika telah ditahan di perbatasan Lituania-Belarusia sejak awal tahun atau 37 kali lebih banyak dibandingkan tahun 2020.

Dibebani oleh masalah menampung migran yang menyeberang secara ilegal ke wilayahnya, Lithuania memutuskan untuk membangun sebuah perbatasan dengan kawat berduri sepanjang kisaran 550 km dari perbatasannya tetapi telah menyatakan bahwa mereka tidak memiliki alat teknis yang memadai untuk melakukannya.

Pemerintah Lithuania sebelumnya mengumumkan Estonia telah memutuskan untuk mengirim kawat berduri ke Vilnius untuk melengkapi 100 km perbatasan. Kementerian Dalam Negeri Lithuania juga menganggap perlu untuk membangun tembok di perbatasan dengan Belarus.

Pihak berwenang Lituania mengatakan bahwa Belarus dengan sengaja mengizinkan para migran menyeberang ke negara eropa timur itu untuk menekan Vilnius. Sejauh ini Minsk menolak tuduhan ini. (TASS, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.