Kamis, 23 April 2026, pukul : 09:51 WIB
Surabaya
--°C

Sutrisno, Guru Realpolitik

KEMPALAN: Ketika awal-awal masuk kuliah, saya mengikuti mata kuliah “Pengantar Ilmu Politik”. Di situlah saya mengenal Drs. Sutrisno, M.S, atau biasanya saya sebut Pak Tris. Beliau adalah orang yang sederhana, tapi memberikan penjelasan dalam perkuliahan dengan judul gaya yang realpolitik, bukan pembahasan politik yang sifatnya normatif.

Saya masih ingat suatu hari Pak Tris akan menjelaskan tentang “Kekuasaan” namun tidak dimulai dengan gaya naratif pada umumnya, seperti “kekuasaan adalah …” namun ia memulainya dengan marah-marah, yang mana mendadak seisi kelas hening dan salah satu anak disuruh duduk di depan. Setelah duduk, Pak Tris menjelaskan bahwa apa yang ia lakukan sebenarnya adalah “kekuasaan”.

Baginya, “kekuasaan” merupakan kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lainnya agar melakukan keinginan seseorang itu, persis seperti yang dicontohkan oleh Pak Tris. Dari sana saya mengenal politik dalam bentuknya yang nyata dan sedikit “koersif”, meskipun hanya sebuah contoh.

Salah satu perkataannya yang paling menggema di telinga saya ialah: “Politik itu masalah merebut dan mempertahankan kekuasaan”. Nampaknya gagasan mengenai kuasa menjadi tema sentral dalam pembahasan Pak Tris ketika memperkenalkan politik. Bukan sebagai sekedar ilmu, tapi juga dalam praktiknya. Semua ilmu ini tersimpan dalam sebuah flashdisk bernama “Mbah Guru.”

Gaya menjelaskan Pak Tris yang to the point dan bagaimana ia mencontohkan politik dalam keseharian membuat saya menjulukinya “Guru Realpolitik”. Realpolitik sendiri menurut G. John Ikenberry dalam resensi buku Realpolitik: A History, diartikan sebagai kata yang bersinonim dengan politik kekuasaan. Realpolitik menggunakan pendekatan realis (berdasarkan realitas) dalam melihat suatu peristiwa politik.

Ketika sempat berdiskusi dengan Pak Tris, entah di depan Departemen Politik Universitas Airlangga atau di Kantin FISIP, beliau kerap menjelaskan bagaimana politik berjalan di dunia, cukup jarang saya mendengar teori, namun lebih kepada praktik yang terjadi di lapangan.

Karir akademisnya dimulai dari S1 di Jurusan Pemerintahan FISIPOL UGM dan S2 di universitas yang sama. Pak Tris mulai mengajar di Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga semenjak 1980. Sejumlah mata kuliah yang sempat diampunya selain Pengantar Ilmu Politik adalah Dasar-dasar Ilmu Pemerintahan, Sistem Politik Indonesia, dan Pemikian Politik Indonesia. (reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.