Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 04:45 WIB
Surabaya
--°C

Opening Ceremony Olimpiade Tokyo Diwarnai Nuansa Manga dan Video Game

TOKYO-KEMPALAN: Setelah tertunda selama satu tahun, terkena beberapa skandal serta penolakan, dan dihantui momok pandemi COVID-19 yang mengancam pelaksanaannya, Olimpiade Tokyo 2020 akhirnya dimulai juga pada hari Jumat (23/7).

Atlet dari seluruh dunia yang hadir di opening ceremony malam itu, tidak hanya menginjakkan kaki di stadion Olimpiade selama upacara, tetapi juga masuk ke dunia komik dan video game Jepang.

Ya, Opening Ceremony Olimpiade tahun ini memang menggunakan tema Manga dan Video Game Jepang.

Papan nama Atlet dari Inggris yang menggunakan balon kata bernuansa manga

Selama ini, Manga dan Video Game telah menjadi salah satu ciri khas dari budaya pop Jepang.

Nama-nama manga legendaris, seperti Naruto, One Piece, dan Dragon Ball tentu tidak asing di telinga para penggemar komik di dunia.

Begitu pula dengan judul-judul video game asal Jepang, seperti Sonic, Pokemon, Final Fantasy, Metal Gear Solid, dan Dragon Quest yang juga sudah lama dikenal oleh para gamers di seluruh dunia.

Sebuah medley orkestra dari lagu-lagu video game Jepang yang ikonik menjadi soundtrack untuk parade negara pada upacara tersebut.

Lagu pertama yang dimainkan pada hari Jumat adalah “Roto’s Theme” dari seri Dragon Quest. Dragon Quest sangat berpengaruh dalam perkembangan genre game role-playing konsol generasi pertama.

Parade ini juga menyertakan tema utama Final Fantasy dan “Victory Fanfare”, yang merupakan lagu yang dimainkan ketika seorang pemain memenangkan sebuah pertarungan di gamenya.

Para penari tampil saat upacara pembukaan di Stadion

Lagu terkenal lainnya yang ditampilkan adalah “Star Light Zone,” dari lagu asli Sonic the Hedgehog, yang selain muncul di game aslinya, versi remix juga muncul di Mario & Sonic versi DS di Olimpiade.

Selain itu, plakat untuk nama negara untuk parade atlet menggunakan gelembung ucapan manga, dan kostum untuk pembawa plakat dan asisten memiliki sentuhan manga dalam desain mereka.

Hal menarik lainnya pada Opening Ceremony Olimpiade tahun ini adalah pelaksanaannya yang dilakukan di stadion yang hampir kosong.

Tribun penonton, yang harusnya dapat menampung 68.000 penonton, hanya diisi para pejabat ini dan beberapa ribu tamu istimewa lainnya, seperti Kaisar Jepang Naruhito, Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Ibu Negara AS Jill Biden. (Euro News, Edwin Fatahuddin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.