Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 05:25 WIB
Surabaya
--°C

Vaksin untuk Remaja, Uni Eropa Perbolehkan Penggunaan Moderna

KEMPALAN: Pembuat undang-undang obat-obatan UE telah memberikan dukungannya untuk vaksin Covid-19 Moderna agar diberikan kepada anak di bawah umur antara 12 dan 17, seraya mengutip hasil positif dalam uji coba yang melibatkan 3.732 peserta.

Dalam pernyataan pada Jumat (23/7), European Medicines Agency (EMA) memberikan rekomendasi agar suntikan Spikevax Covid-19 diberikan kepada remaja berusia 12-17 tahun. Vaksin Moderna, yang diambil dalam rejimen dua suntikan, sekarang menjadi suntikan Covid-19 kedua yang telah disetujui oleh badan tersebut untuk digunakan pada mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Dari Russia Today, EMA merekomendasikan pemberian vaksin kepada remaja harus sama dengan mereka yang berusia di atas 18 tahun. Mengutip uji coba yang melibatkan 3.732 anak, badan tersebut mengatakan bahwa respons antibodi pada remaja tampak serupa dengan respons antibodi pada usia 18-25 tahun.

Percobaan menunjukkan bahwa remaja rentan terhadap efek samping suntikan yang biasa dan paling umum, termasuk rasa sakit di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta mual, muntah, dan demam.

“Efek ini biasanya ringan atau sedang dan membaik dalam beberapa hari setelah vaksinasi,” kata EMA seperti yang dikutip dari Russia Today.

Badan tersebut menambahkan, mereka memahami ukuran percobaan tidak cukup besar untuk mengisolasi efek samping baru yang tidak biasa, atau risiko yang terkait dengan efek samping yang diketahui seperti miokarditis (radang otot jantung).

Pernyataan badan tersebut pada hari Jumat mencatat bahwa mereka akan terus mengevaluasi keamanan dan efektivitas vaksin saat diberikan, dan seterusnya. (RT, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.