JAKARTA-KEMPALAN: Di media sosial beredar poster bertajuk “Jokowi Endgame” yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turun ke jalan melakukan aksi dan demonstrasi. Dalam poster tersebut secara gamblang menyerukan aksi nasional dengan longmarch dari Glodok ke Istana Negara.
Poster secara masif tersebar di instagram, grup-grup WA, hingga Facebook. Ada banyak pihak yang menganggap aksi ini merupakan seruan yang legal, namun ada yang melihat bahwa seruan aksi nasional ini sebagai hoax.
Yang menarik dari poster tersebut, tercanum logo-logo dari Grab, Gojek, dan Shopeefood. Namun, ketiga perusahaan ini membantah terlibat dalam demonstrasi yang sesuai poster diadakan pada hari Sabtu (24/7).
Substansi yang dibawa dalam aksi demonstrasi ini adalah untuk menolak dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Secara cepat, poster dengan redaksional “Jokowi Endgame” meluas terutama melalui media-media sosial.
Melihat Shopee yang diduga terlibat dalam aksi ini, Radynal Nawaprawira sebagai Head of Public Affairs Shopee Indonesia menuturkan, jika logo Shopeefood yang tertera pada poster dilakukan tanpa konfirmasi dari pihak Shopee. Ia menjelaskan bahwa adanya logo Shopeefood adalah hoax.

“ShopeeFood memastikan bahwa hal ini adalah pencatutan nama dan merupakan hoaks. Materi tersebut tidak mewakili kami sebagai sebuah perusahaan,” ucap Radynal Nawaprawita melalui siaran pers, Jumat (23/7).
Dirinya mengingatkan jika para driver Shopeefood untuk tidak ikut terjun dalam aksi tersebut. Di mana situasi yang masih belum kondusif dan juga masih terjebak di dalam PPKM level 4 di kota Jakarta.
Di lain pihak, Ridzki Kramadibrata selaku President of Grab Indonesia juga memberikan klarifikasi bahwa Grab tidak terlibat sama sekali dengan aksi demonstrasi ini. Bahkan dirinya sangat menyesalkan bahwa logo perusahaan ini tercantum dalam logo pada poster gerakan demonstrasi.
“Bersama ini kami tegaskan bahwa Grab tidak terlibat sama sekali dalam gerakan ini dimana penyertaan logo perusahaan dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelas Ridzki dalam keterangan tertulis.
Selaras dengan kedua perusahaan di atas, Gojek secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat sama sekali dengan aksi ini. Bahkan, Gojek menyebut pencantuman logo Gojek pada poster merupakan bentuk pelanggaran atas penyalahgunaan logo perusahaan. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi