Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 14:33 WIB
Surabaya
--°C

Ketika Varian Delta Meningkat di Pakistan, AS Kirimkan Vaksin Moderna

WASHINGTON-KEMPALAN: Ketika Pakistan menangani lonjakan kasus COVID-19 karena varian delta, pemerintahan Biden mengirimkan tiga juta dosis vaksin virus corona Moderna pada Jumat (23/7), yang akan tiba di negara itu pada Minggu (25/7).

Melansir Voice of America yang mengutip seorang pejabat Gedung Putih, dosis yang dikirim melalui COVAX, mekanisme pembagian vaksin PBB, merupakan tambahan dari 2,5 juta dosis Moderna yang sudah disumbangkan ke Pakistan.

Pejabat Gedung Putih itu mengatakan pemerintah “bangga dapat memberikan vaksin yang aman dan efektif ini” kepada warga Pakistan.

“Kami membagikan dosis ini bukan untuk mendapatkan bantuan atau mengekstraksi konsesi. Vaksin kami tidak datang dengan pamrih. Kami melakukan ini dengan tujuan tunggal untuk menyelamatkan nyawa,” tegas sang pejabat.

BACA JUGA  Mengapa Rudal-rudal Iran Seolah Tidak Ada Habisnya?

Ia mengatakan bahwa pemerintah sejauh ini telah mendistribusikan hampir 80 juta dosis ke negara-negara yang membutuhkan.

Selain Pakistan, negara-negara yang telah menerima donasi vaksin dari pemerintahan Biden antara lain Korea Selatan, Meksiko, Kanada, Taiwan, Brasil, Honduras, Bangladesh, Ekuador, Kolombia, El Salvador, Malaysia, Vietnam, Afghanistan, Bolivia, Guatemala, Peru, Indonesia, Paraguay, Uruguay, Bhutan, Moldova, Nepal, Kosta Rika, Haiti, Fiji, Laos, Sri Lanka, dan Filipina.

Selain sumbangan $2 miliar untuk COVAX, pemerintah telah berjanji untuk membeli 500 juta vaksin Pfizer dan mendistribusikannya sepanjang tahun ke Uni Afrika dan 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah yang menjadi anggota COVAX.

Doctors Without Borders (MSF) mendesak Biden agar menekan Moderna dan Pfizer untuk berbagi teknologi vaksin mRNA dengan produsen di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sehingga lebih banyak vaksin dapat dibuat di berbagai tempat.

BACA JUGA  Mengapa Rudal-rudal Iran Seolah Tidak Ada Habisnya?

Hingga sekarang, Pfizer hanya mengalokasikan 11% vaksinnya dan Moderna hanya 0,3% vaksinnya kepada negara menengah ke bawah.

“Semakin lama orang di mana-mana tetap sepenuhnya tidak divaksinasi, semakin besar peluang varian baru untuk menahan dan menghambat respons global,” ujar Dr. Carrie Teicher, direktur program MSF-USA dalam sebuah pernyataan. (VoA, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.