Penanganan Pandemi

Australia: Dua Kematian Lagi akibat Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca

  • Whatsapp
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (japantimes)

SYDNEY-KEMPALAN: Australia melaporkan dua kematian lagi karena kelainan pembekuan darah yang langka setelah menerima vaksin AstraZeneca, media lokal melaporkan pada hari Kamis (22/7).

Melansir dari Anadolu Agency, Administrasi Barang Terapi negara itu mengatakan bahwa seorang wanita, berusia 48, di Victoria dan seorang pria, berusia 44, dari Tasmania meninggal “setelah menerima dosis pertama mereka,” lapor SBS News.

Setidaknya lima kasus tersebut telah dilaporkan di Australia setelah lebih dari 6,1 juta dosis AstraZeneca telah diberikan.

Laporan itu menambahkan bahwa “semua terkait dengan orang yang menerima dosis pertama mereka.”

Beberapa bagian Australia menyaksikan peningkatan kasus COVID-19 baru ketika New South Wales melaporkan 124 kasus lokal baru – menjadi kasus harian tertinggi tahun ini.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengakui ada perlambatan dalam program vaksinasi.

“Saya minta maaf karena kami belum dapat mencapai nilai yang kami harapkan di awal tahun ini, tentu saja saya,” katanya kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa lebih banyak obat-obatan akan diluncurkan lebih cepat.

Australia telah memvaksinasi penuh sekitar 15% dari populasinya yang berusia di atas 16 tahun.

Negara ini telah melaporkan 654.745 kasus, termasuk 10.729 kematian, sejak pecahnya pandemi. (Anadolu Agency, Abdul Manaf)

Berita Terkait