PPKM Darurat

Viral, Warga Ampel Menyerah, Kibarkan Bendera Putih

  • Whatsapp
Kawasan Ampel di masa normal.

SURABAYA-KEMPALAN: Perpanjangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat sampai 25 Juli membuat banyak kalangan masyarakat mengalami kesulitan ekonomi dan mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

Sebuah video viral menggambarkan suasana di pusat perdagangan Ampel, Surabaya, yang lengang dan para pedagang memasang bendera putih di depan toko yang tutup.

BACA JUGA

Kawasan Ampel di Surabaya utara adalah pusat komunitas Arab sekaligus menjadi pusat perdagangan komunitas Arab terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Di wilayah itu juga terdapat Masjid Ampel dan makam Sunan Ampel yang selalu ramai dikunjungi ribuan peziarah setiap hari, terutama Jumat.

Dalam video berdurasi 2 menit 39 detik itu seorang pria berkepala pelontos berjalan di sepanjang Jalan Sasak yang lengang tanpa satu kendaraan pun yang lewat. Bendera putih terpasang di depan toko yang tutup.

Pada masa normal Jalan Sasak yang panjangnya sekitar 1 kilometer menjadi pusat perdagangan paling ramai. Jalan yang sempit selalu penuh dengan pejalan kaki, mobil, motor, maupun becak.

Selama PPKM, Jalan Sasak dengan bangunan arsitektur  khas Timur Tengah, tidak lagi terlihat seperti business center. Pemandangannya jadi lebih mirip daerah Gaza di Palestina ketika sedang perang.

Jalan Sasak menjadi pusat perdagangan berbagai kitab referensi Islam, baik terbitan lokal maupun cetakan internasional dari Mesir, Arab Saudi, sampai Lebanon. Berbagai jenis cetakan Alquran juga diperdagangkan di kawasan itu.

Berbagai jenis parfum ala Timur Tengah dan pakaian serta perlengkapan shalat tersedia di Jalan Sasak.

Selain itu, berbagai jenis kuliner khas Timur Tengah tersedia lengkap di kawasan Ampel. Makanan khas seperti nasi kebuli, biryani, kambing oven, kambing bakar, roti maryam, dan makanan khas Timur Tengah lain, selalu menjadi favorit para wisatawan.

Berbagai jenis kurma impor dari Timur Tengah bisa dijumpai di sepanjang gang Ampel yang memusat di Masjid Ampel sebagai episentrum aktivitas.

“Kami sudah menyerah. Lihat ini, semua sudah memasang bendera putih,” kata pria dalam video.

Semua toko tutup dan tidak ada orang yang lalu lalang. Masjid Ampel juga ditutup untuk jamaah. Biasanya, setiap Kamis malam sampai Jumat siang puluhan ribu jamaah dan peziarah dari seluruh Indonesia memenuhi kawasan Ampel.

Ustad Fathoni, salah satu imam shalat rawatib di Masjid Ampel, membenarkan bahwa selama PPKM kegiatan masjid vakum dan kawasan Ampel sangat sepi. “Kawasan Ampel ditutup total,” ujar Ustad Fathoni, mantan jurnalis Jawa Pos, saat dikonfirmasi portal berita kempalan.com. (*)

Berita Terkait