Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 08:54 WIB
Surabaya
--°C

Kiat Produksi Tempe Jarwo Bertahan di Era Pandemi

SURABAYA-KEMPALAN : Saat ini di era pandemi UMKM mengalami berbagai permasalahan seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, dan produksi menurun, hal ini menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. UMKM sebagai penggerak ekonomi domestik tengah menghadapi penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan.

“Bingung mas mau gimana, sepertinya dengan adanya Pembatasan Pergerakan Kerumunan Manusia (PPKM) darurat ini kami lebih cari aman saja, yang biasanya kita produksi tempe hingga 25 kg per hari kini kita kurangi menjadi 20 kg per hari,” ujar Jarwo selaku pemilik usaha produksi Tempe UMKM binaan Kelurahan Putat Jaya kepada kempalan.com, kamis (08/07/2021).

Hal tersebut kami lakukan mengingat daya beli masyarakat yang semakin menurun, sehingga berpengaruh kepada omzet yang turun hingga 40%, imbuhnya

Dengan hal ini pihak Kecamatan Sawahan dan Kelurahan Putat Jaya, menggandeng serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, mendirikan tempat Dolly Sentral Point di Jalan Gang Lebar B kelurahan Putat Jaya.
yang dimana nantinya tempat tersebut berfungsi untuk penampungan produk-produk UMKM Doly dan UMKM Kecamatan Sawahan.

Sehingga nantinya para pembeli maupun wisatawan mengetahui dan tidak bingung nantinya jika ingin membeli oleh oleh hasil olahan dari UMKM di Kelurahan Putat Jaya.
“Alhamdulillah sedikit banyak kita terbantu untuk pemasaran dengan adanya tempat tersebut” ucap Jarwo

Semoga kedepanya masyarakat lebih patuh akan protokol kesehatan walau sudah di vaksin, agar wabah segera berkahir dan ekonomi kembali pulih, harapnya. FEMAL

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.