Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 14:39 WIB
Surabaya
--°C

Sayuwiwit Wajibkan Anggota Kuasai Tari Gandrung Banyuwangi

KEMPALAN: KETUA Sanggar Tari Sayuwiwit (Banyuwangi), Jajulaidik, SPd, meyakini dunia tari tradisional bisa dijadikan sandaran hidup.

“Zaman sekarang keterampilan menari dapat dioptimalkan sebagai mata pencaharian. Peluangnya sangat terbuka luas seiring dengan perkembangan dunia digital,” katanya, Kamis pagi (08/7) di Banyuwangi.

Jajulaidik mengutip pepatah Osing: Nong endi polahiro, ring kono upahiro (di mana ada usaha, di sana ada rezeki yang telah menanti). “Asalkan terus kreatif, tentu seniman tari tetap bisa survive,” ucapnya, serius.

Motivasi inilah yang selalu Jajulaidik berikan kepada seluruh anggota Sayuwiwit yang kini berjumlah 100-an orang. “Terus-terang saja, anggota Sayuwiwit masuk-keluar di kisaran 100-an orang. Sebagai pembina, tentu kami wajib melestarikan budaya leluhur Banyuwangi,” jelas ayah seorang anak ini.

Mereka –mulai murid SD hingga dewasa– menggelar latihan setiap Minggu pagi dan sore. “Kami menjalankan prosedur kesehatan selama pandemi Covid-19. Dan, kami tetap semangat berlatih,” papar Jajulaidik yang dihubungi di rumahnya, Dusun Cempokosari Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur).

Jajulaidik, SPd (kiri), dan Mas Ayu Wiwit.

TARI GANDRUNG
Soal sulit-tidaknya tarian Banyuwangi, menurut Jajulaidik, bergantung kemauan keras untuk maju dari masing-masing individunya.

“Yang pasti setiap anggota wajib menguasai tari Gandrung Banyuwangi,” katanya. Sebab, lanjut Jajulaidik, Gandrung Banyuwangi sesungguhnya adalah tarian dasar khas Banyuwangi. “Jadi, itulah tarian wajibnya,” tegas dia.

Meskipun seluruh kegiatan Sayuwiwit berada di Kecamatan Rogojampi, namun anggotanya tersebar di seluruh Banyuwangi. “Dulu kami hanyalah sanggar tari level desa. Tetapi, alhamdulillah… kami berkembang hingga dikenal banyak orang di Banyuwangi ini,” ucap Jajulaidik.

Sayuwiwit alias Mas Ayu Wiwit sendiri adalah nama perempuan asal Blambangan yang menjadi pemimpin perang pada zaman kolonial Belanda (1767-1773). Sebagai wujud penghargaan atas kehebatan Mas Ayu Wiwit, maka Jajulaidik mengabadikannya sebagai nama sanggar tarinya sejak didirikan pada 12 Februari 2006 yang lalu itu.

Sayuwiwit telah beberapa kali menjadi duta seni Jawa Timur ke berbagai festival dan event nasional. Pada 2019 pernah mengikuti festival janadriyah di Arab Saudi.

“Kami hanya berharap agar pemerintah daerah dan pusat semakin memberikan peluang bagi seniman tari untuk lebih berkembang,” harap Jajulaidik.

Dengan demikian, sambung dia, masa depan seniman tari akan lebih menjanjikan bagi siapa pun yang menggelutinya secara serius. “Kami sangat yakin, seniman tari bisa hidup dengan kondisi ekonomi yang baik, kalau memang mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” jelasnya. Sulaiman

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.