Rabu, 10 Juni 2026, pukul : 16:58 WIB
Surabaya
--°C

Gereja Ortodoks Kritik Bulan Pride LGBTQ

TBILISI-KEMPALAN: Gereja Ortodoks Georgia (GOC) pada Selasa (29/6) meminta anggota kelompok kerja Parlemen Eropa tentang masalah LGBTQ, dan kepala kedutaan di Georgia “untuk menahan diri dari mendukung dan mendorong bulan Pride di Tbilisi.” Dalam pernyataan yang sama, GOC mendesak pemerintah Georgia untuk mencegah “destabilisasi negara dan kehidupan publik.”

Mereka menuduh penyelenggara Tbilisi Pride yang semakin dekat “menyebarkan cara hidup non-tradisional dengan kedok melindungi hak asasi manusia,” Gereja Ortodoks mengatakan, acara itu “berisi tanda-tanda provokasi, bertentangan dengan norma-norma moral yang diakui secara sosial, dan bertujuan untuk melegalkan dosa besar.”

Melansir Civil.ge, Gereja Ortodoks mengatakan, sangat penting agar publik melihat bahwa “demokrasi Eropa” tidak menolak pemikiran, cara hidup, dan perasaan keagamaan dari “mayoritas besar” orang Georgia, seraya menambahkan, dengan alasan bahwa acara Tbilisi Pride melanggar hak, kebebasan, dan pilihan paling banyak di negara ini.

Sebelumnya, dengan perayaan Pride di Tbilisi yang akan berlangsung pada 1-5 Juli, Duta Besar AS untuk Georgia Kelly Degnan, serta anggota parlemen telah meminta pihak berwenang Georgia untuk memastikan keamanan dan kebebasan berkumpul para aktivis LGBTQ.

Adapun kelompok sayap kanan Georgia, dan mereka yang berafiliasi dengan gerakan ultrakonservatif yang baru didirikan, ERI, mengumumkan rencana untuk mengadakan demonstrasi tandingan selama 5 Juli dengan tajuk ‘March for Dignity.’

Ketua Partai Impian Georgia yang berkuasa Irakli Kobakhidze pada 17 Juni mengatakan penyelenggara Pride Week mendatang di Tbilisi “seharusnya abstain” dari merencanakan acara tersebut. (Civil.ge, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.