Pasuruan

Kasus BOP, Kajari Pasuruan: ”Siapapun yang terlibat pasti saya kejar”

  • Whatsapp
Kantor Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan.

PASURUAN-KEMPALAN: Sejumlah tokoh masyarakat kota Pasuruan mendatangi kejaksaan negeri kota Pasuruan. Tujuan kedatangan mereka untuk menghadap ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) kota Pasuruan, Maryadi Khalid SH.

Awalnya para tokoh ini disambut oleh Kasi Pidsus, Soemarno SH dan Kasi Intel, Wahyu Susanto, SH. Namun, para tokoh masyarakat ini mendesak agar diberikan kesempatan berdialog langsung dengan Kajari. Maryadi akhirnya mau ditemui mereka.

Dalam pertemuan, Kamis (17/6), Maryadi menjelaskan status serta perkembangan penyelidikan kasus BOP Kemenag yang telah menyita perhatian warga kota Pasuruan.

”Ada beberapa data yang sedang kami dalami untuk pengembangan kasus ini, namun kami tidak bisa menceritakan secara detail sekarang,” jelas Maryadi di ruang kerjanya.

Dari pertemuan ini terungkap fakta, ada upaya dari salah satu anggota komisi III (komisi hukum) DPR RI yang akan menghubungi kajari tersebut.

”Saya perlu sampaikan juga bahwa memang ada dari salah satu anggota Komisi III DPR RI yang berjanji akan menghubungi saya, namun saya sudah koordinasi dengan kejaksaan tinggi Jawa Timur dan pada prinsipnya kejaksaan tinggi tersebut siap mendukung langsung saya,” ungkap Maryadi.

”Siapapun yang terlibat pasti saya kejar sampai kemanapun,” sambung Maryadi.

Kasus BOP ini semakin menarik karena beberapa tokoh yang menghadap kajari juga mendapatkan informasi adanya beberapa oknum partai besar yang diduga terlibat kasus tersebut. Salah satu tokoh masyarakat yang akrab disapa Ali Kacong mendesak Maryasi ihwal kebenaran informasi. Maryadi hanya tersenyum saja.

”Prinsipnya, kami para tokoh masyarakat memberikan dukungan moral kepada pihak kejaksaan negeri kota Pasuruan untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya walaupun itu nantinya akan menyeret para oknum elit partai politik tertentu,” tegas Ali Kacong.

Episode kasus BOP ini kian membuat penasaran sebagian warga kota Pasuruan, sebab ada tersangka dalam kasus BOP ini yang ternyata hanyalah seorang guru ngaji TPQ. Di mata sebagian besar warga Pasuruan, ia termasuk orang yang tidak pernah berbuat neko-neko (aneh-aneh). (roslinormansyah)

Berita Terkait