Sabtu, 6 Juni 2026, pukul : 16:12 WIB
Surabaya
--°C

Anggota Pussy Riot Dipenjara 15 Hari, Akibat Menolak Perintah Polisi

MOSKOW-KEMPALAN: Pengadilan Moskow menghukum anggota kelompok pengunjuk rasa Rusia, Pussy Riot, selama 15 hari, karena melawan perintah polisi. Pengadilan mengeluarkan keputusan Veronika Nikulshina pada Kamis (17/6) setelah ia menolak untuk datang ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Kepolisian menyampaikan pada pengadilan, mereka bertujuan untuk menginterogasi Veronika mengenai apakah ia berencana melakukan aktivitas yang akan mengganggu jalannya Euro 2020 di St. Petersburg.

Nikulshina dan beberapa anggota Pussy Riot lainnya dijatuhi hukuman 15 hari penjara karena mengganggu final Piala Dunia 2018 di Moskow antara Prancis dan Kroasia. Aksi mereka, berlari ke lapangan mengenakan seragam polisi palsu.

Kelompok itu mengatakan aksinya ditujukan menantang kebijakan pemerintah dan meningkatkan kesadaran akan masalah hak asasi manusia.

BACA JUGA  Momen Kelulusan di Harvard University, Mahasiswi Baca Al-Qur’an

Pussy Riot menjadi terkenal pada tahun 2012 tatkala anggotanya, Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina, menyerbu Katedral Kristus Juru Selamat Moskow. Mereka berdua memprotes hubungan antara Gereja Ortodoks Rusia dan Perdana Menteri saat itu Vladimir Putin.

Protes mereka berupa pertunjukkan lagu yang mereka sebut “doa punk,” terjadi saat Putin berkampanye untuk kembali ke kursi kepresidenan. Dua musisi itu dihukum atas tuduhan “hooliganisme yang dimotivasi oleh kebencian agama” dan dijatuhi hukuman dua tahun di penjara.

Tolokonnikova dan Alyokhina nyaris menyelesaikan hukuman karena diberi amnesti pada Desember 2013. Namun, keduanya menolak amnesti tersebut. Menurut mereka, amnesti merupakan cara Putin meningkatkan citranya di luar negeri menjelang Olimpiade Musim Dingin 2014 di resor Laut Hitam Rusia, Sochi. (RFE/RL, reza hikam)

BACA JUGA  Iran Ancam Tinggalkan Negosiasi, Trump Ngamuk ke Netanyahu: Kamu Gila, Semua Orang Sekarang Benci Israel!
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.