JAKARTA-KEMPALAN: Pada awal-awal masa pandemi Covid-19, industri perfilman termasuk salah satu sektor yang kacau balau. Bioskop dan sinema ditutup, sehingga film-film yang akan tayang secara konvensional gagal untuk diputar secara umum.
Termasuk di Indonesia, bahkan ada rentang waktu beberapa bulan dimana film-film dalam negeri nihil untuk tayang di bioskop tercinta. Kondisi yang memilukan bagi sineas dan para aktor-aktris serta pekerja seni. Namun di lain sisi, kondisi ini memantik berbagai sineas untuk menuliskan ide dan kreativitasnya dalam membuat sebuah film, salah satunya Riri Riza dan Mira Lesmana.
Keadaan yang membuat genting dan pusing banyak orang, dikonversikan oleh duo sineas tanah air, Riri Riza dan Mira Lesamana. Dua sahabat ini tentu bukan nama yang asing di telinga para pecinta film. Berkat tangannya, lahir mahakarya fenomenal yang tertuang dalam sebuah film dengan jalan cerita yang spektakuler. Sebut saja Petualangan Sherina, Ada Ada Dengan Cinta, GIE, dan Laskar Pelangi.
Baru-baru ini, Riri Riza dan Mira Lesmana baru saja merilis poster film terbarunya yang berjudul PARANOIA. Yang unik, film ini nyatanya lahir dari emosi dan ketakutan ketika pandemi Covid-19 mengantam kehidupan sosial ini.
“Ide membuat film PARANOIA bermula pada masa-masa awal pandemi. Saat itu ada berbagai emosi yang sama-sama kita rasakan, terutama rasa takut dan cemas. Saya dan Riri lalu berdiskusi tentang bagaimana menyalurkan semua rasa dan emosi tersebut ke dalam sebuah karya. Lalu, kami mendesain sebuah cerita dengan pemikiran bahwa produksinya akan dilakukan dalam kondisi pandemi, dan lahirlah PARANOIA,” ucap Mira Lesmana.
Film ini diproduksi pada pertengahan bulan November tahun 2020 lalu. Dimana dalam proses penggarapannya, protokoler kesehatan adalah kewajiban untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Bahkan, semua kru dan pemeran di film PARANOIA sempat dikarantina, yang mana tidak seorang pun yang boleh keluar atau masuk lokasi ini.
Bukti konkret dari kerja keras dari dua sahabat ini, film PARANOIA berhasil tayang perdana dalam perhelatan World Premiere di 25th Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2021. Perlu diketahui bahwa BIFAN adalah sebuah festival film internasional tahunan di Korea Selatan yang didedikasikan bagi pecinta film horor, thriller, misteri, fantasi, dan fiksi ilmiah.
Ketika ditelisik kebelakang, ternyata ini merupakan film dengan gender drama-thriller pertama yang digarap oleh sineas berumur 50 tahun ini. Dirinya sangat senang karena kesempatan ini merupakan tahapan bagi Miles Films untuk melahirkan karya-karya dengan warna baru di belantika industri film tanah air. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi