Kamis, 16 April 2026, pukul : 11:54 WIB
Surabaya
--°C

Masih Panas, Pertemuan Pimpinan Serbia dan Kosovo

BRUSSELS-KEMPALAN: Presiden Serbia Aleksandar Vucic bertemu dengan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti di Brussels yang dimediasi oleh Uni Eropa untuk pertama kalinya pada Selasa (15/6). Namun pembicaraan tidak terlalu hangat.

Keduanya memiliki interpretasi yang berbeda akan apa yang terjadi menunjukkan perbedaan di antara keduanya. Bahkan mereka tidak bisa bersepakat apakah pembicaraan berjalan baik atau tidak.

Melansir Balkan Insight, Vucic menuding Kosovo tidak terbuka dengan kompromi apapun serta mengatakan Kurti tidak mau mengemban tanggung jawab atau menghadapi kenyataan. Sementara Kurti justru berkata dialognya membangun dan membuatnya optimistik.

“Delegasi Albania tidak ingin memenuhi kesepakatan [yang dibuat pada pertemuan sebelumnya], mereka tidak ingin berbicara tentang Persatuan Kotamadya Serbia [untuk mewakili kepentingan Serbia di Kosovo], mereka mendesak dan langsung menuntut kapan kita akan mengakui kemerdekaan. Kosovo, dan mereka menggambarkan fakta bahwa orang Serbia ingin menghadiri liturgi di gereja mereka [di Kosovo] sebagai insiden dan provokasi,” kata Vucic kepada wartawan di Brussels.

“[Kurti] mengatakan kepada saya: ‘Saya datang untuk menanyakan kapan anda akan mengakui Kosovo yang merdeka.’ Jawaban saya adalah ‘Tidak pernah!’ Kemudian dia meledak,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Balkan Insight.

Namun, dia menambahkan dirinya tidak akan menyerah pada dialog yang dimediasi UE, yang bertujuan untuk menormalkan hubungan antara Serbia dan Kosovo, mengatakan telah disepakati bahwa mereka akan berbicara lagi di tingkat tertinggi sebelum akhir Juli.

Namun Kurti menawarkan pandangan yang berbeda tentang pertemuan tersebut, dengan mengatakan dirinya memberikan empat proposal kepada delegasi Serbia dan yang pertama tidak mendapat tanggapan dan tiga lainnya ditolak.

“Dari sudut pandang saya, pertemuan pertama ini konstruktif. Ini akan sulit, tapi saya optimis. Kami sekarang memiliki pendekatan yang jujur ​​terhadap masalah tersebut,” tutur Kurti.

Menurutnya, inti dari permasalahan kedua negara adalah kurangnya saling penghormatan seraya mengutip Presiden Biden. Dia mengatakan proposal pertamanya adalah untuk enam negara Balkan Barat untuk membentuk Perjanjian Perdagangan Bebas Eropa Tenggara yang baru.

Usulan keduanya adalah agar Kosovo dan Serbia segera menandatangani perjanjian damai bersama, bersumpah untuk tidak saling menyerang.

Lalu usulan ketiganya adalah untuk membangun timbal balik bilateral antara kedua negara setelah saling pengakuan, termasuk pada masalah komunitas minoritas.

Ditanya tentang klaim Vucic bahwa suasana pertemuan itu buruk, Kurti menjawab bahwa pandangan Vucic itu “subyektif” seraya menambahkan selama pertemuan tidak ada insiden apapun.

Sementara itu, Utusan Uni Eropa untuk dialog antara Beograd dan Pristina, Miroslav Lajcak, mengatakan pertemuan itu tidak mudah, tetapi yang terpenting ialah terlaksana.

“Kedua pemimpin sangat terbuka dan jujur ​​tentang apa yang mereka inginkan dalam dialog, yang penting bagi UE, tidak ada jalan lain selain normalisasi hubungan dan keduanya berkomitmen untuk bekerja pada normalisasi melalui dialog,” kata Lajcak. (Balkan Insight, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.