Catatan Ekonomi Bambang Budiarto

BTS Meal dan Runtuhnya Hukum Permintaan

  • Whatsapp

KEMPALAN: Cinta itu berawal dari mata dan berakhir dengan air mata. Demikian pesan yang biasanya muncul diantara sesama milenial yang jika ditelaah lebih dalam semakin menunjukkan kebenarannya meskipun mungkin beberapa kelompok yang lain kurang dapat menerimanya. Atas Nama Cinta, Cinta Itu Buta, Kalau Sudah Cinta Mau Bilang Apa.

Deretan kalimat ini adalah gambaran yang menunjukkan betapa jika cinta sudah melanda, semua dapat dilakukan tanpa logika. Selanjutnya, jika sudah sampai pada kesimpulan “kau-lah segalanya” seperti kata Ruth Sahanaya, maka rasionalitas sudah tidak menjadi hal utama dan dasar teoripun  tidak berguna.  Pemahaman inilah yang ditangkap dengan baik oleh  Manajemen McD. Sebagai sebuah Unit Kegiatan Ekonomi yang telah bekerja keras dan sudah berhasil membangun image konsumsinya (baca: makanan) anak muda, tak bisa dipungkiri bahwa McD telah dicintai oleh jutaan milenial di setiap sudut kota.

BACA JUGA

Di belahan bumi yang lain, ternyata ada “kerumunan” yang selalu berjumlah 7 orang; RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, Jungkook, dan V.   Tentu saja tidak mudah bagi Satpol PP untuk dapat  membubarkan kerumunan ini.

Diberi label Bangtan Sonyeondan, lebih dikenal sebagai BTS. Milenial akan sangat malu jika tidak mengenal pekerja seni dari Seoul Korea Selatan ini. Milenial akan terkucil dan dianggap terbelakang jika tidak terus-menerus  mengikuti berita musisi K-POP yang telah aktif sejak 2013 ini.

ARMY, wadah bersatunya loyalis, penggemar, dan pecinta  BTS  menjadi begitu dibanggakan. Seakan strata kemilenialannya naik ketika sudah ada dalam “keanggotaan” tersebut. Hal yang sebenarnya tidak berbeda kebanggaannya dengan yang dirasakan oleh kelompok-kelompok pengidola yang lain, seperti Forsa, Nella Lovers, Vianisty, ataupun Bonek, Aremania, juga Persikmania. Saat sekarang BTS begitu menikmati kejayaannya, sangat dicintai oleh jutaan milenial di setiap sudut kota.

Dalam sebuah konsep dasar, menyatukan dua hal yang sama itu adalah sesuatu yang mudah, namun hasilnya akan biasa saja. Sementara untuk menyatukan dua hal yang berbeda, sungguh sebuah kesulitan tersendiri, namun ketika dua hal yang berbeda tersebut berhasil disatukan, hasilnya akan sangat luar biasa. Itulah yang terjadi di Rabu 9 Juni 2021.

Dengan sama-sama memiliki modal yang sangat kuat, sama-sama dicintai oleh milenial, McD dan BTS membangun kolaborasi. Dua hal yang sangat berbeda, berhasil disatukan dan hasilnya luar biasa, lahirlah BTS Meal. Dalam wujud 9 potong McNuggets, Medium Fries, Medium Coca Cola, Saus Sweet Chili dan Saus Cajun, BTS Meal dinilai Rp45.455,00.

Tentu saja tidak menggoda bagi orang se-usia saya, meskipun sangat ditunggu beberapa kerumunan di Gerai McD dan hampir semua aplikasi belanja online. Rela ngantre langsung ataupun ngantre via online. Luar biasa. Demi apa hingga konsumen sampai sebegitunya; apakah karena lapar, penurunan harga, rasa, kenaikan pendapatan, atau memang tidak ada lagi pelaku bisnis yang menjual produk sejenis. Bukan itu semua.

Di sinilah kecerdasan manajemen McD dan manajemen BTS yang berhasil menjual loyalitas kepada ARMY yang memang golongan pencinta McD. Gaya, gengsi, kebanggaan, prestise, dan tentu saja loyalitas, semua ini menjelma menjadi variabel-variabel non ekonomi yang  mampu mematahkan dominasi variabel-variabel ekonomi seperti pendapatan, harga, taste dalam mempengaruhi jumlah barang yang diminta.

Meruntuhkan Hukum Permintaan, jika harga naik maka jumlah barang yang diminta akan turun, vice versa. Selanjutnya, terjadilah ledakan antrian permintaan BTS Meal dimana-mana. Giliran berikutnya, tentu saja menjadi tugas pak polisi bersama aparat gabungan yang lain untuk menertibkan kerumunan sebagai antisipasi lahirnya klaster baru, upaya pencegahan penularan covid-19 yang memang belum berakhir.

Pertanyaannya sekarang, mengapa yang muncul bukan Via Meal, Agmo Meal, Rhoma Meal, Judika Meal atau Rossa Meal? Mari berpikir bersama, salam. (Bambang Budiarto–Redaktur Tamu Kempalan.com, Dosen Ubaya, Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)

 

Berita Terkait