Penanganan Pandemi

Tujuh Negara Uni Eropa Mulai Berlakukan Sistem Digital Pass untuk Berpergian

  • Whatsapp
Ilustrasi digital pass COVID-19 di Uni Eropa (wego)

BRUSSEL-KEMPALAN: Beberapa negara Uni Eropa (UE) telah meluncurkan sistem “digital pass” COVID-19 untuk perjalanan di seluruh kawasan, menjelang rilis penuh yang direncanakan pada 1 Juli seperti yang dilansir dari Euronews Rabu (2/6).

Komisi Eropa mengatakan tujuh negara anggota yakni Bulgaria, Ceko, Denmark, Jerman, Yunani, Kroasia dan Polandia, telah terhubung ke gateway dan mulai mengeluarkan sertifikat pertama. Negara-negara lain akan mengikuti ketika semua fungsi dikerahkan secara nasional, tambahnya.

Rencana UE adalah untuk satu sistem untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dengan memverifikasi status virus korona pemegang pass baik melalui vaksinasi, hasil tes negatif baru-baru ini, atau bukti pemulihan dari virus.

Sertifikat akan tersedia dalam bentuk digital atau kertas dan biayanya gratis. Gateway memungkinkan fitur keamanan dari semua kode QR sertifikat untuk diverifikasi.

Alberto Alemanno, Profesor kebijakan hukum UE di HEC Paris, mengatakan kepada Euronews bahwa sistem itu akan menguji kerja sama antara negara-negara UE, karena banyak yang berupaya menegakkan aturan mereka sendiri tentang pergerakan di tengah pandemi.

“Perlu kita ingat bahwa kondisi akses untuk mendapatkan sertifikat ini akan berubah dari satu negara ke negara lain. Setiap negaralah yang menentukan siapa yang mendapat vaksin, siapa yang mendapat tes… siapa yang akan dinyatakan diimunisasi,” ungkapnya.

“Setiap negara berhak untuk menolak sertifikat COVID seperti itu. Ini mungkin sebenarnya menjadi sumber banyak kebingungan dan ketidakpastian,” tambah Alemanno.

Lebih dari 20 negara telah berhasil menguji sistem tersebut sejak bulan lalu, kata Komisi. Peluncuran direncanakan mengikuti kesepakatan antara Dewan Eropa dan Parlemen Eropa tentang regulasi lebih lanjut. (Euronews, Belva Dzaky Aulia)

Berita Terkait