
Oleh: Sunarto
Vihara Dhamma Jaya Surabaya
Surabaya-KEMPALAN: Tri Suci Waisak pada hakekatnya memperingati tiga peristiwa yang unik dan langka yang tidak mungkin bisa terjadi pada manusia biasa karena peristiwa suci tersebut selalu terjadi saat bulan purnama penuh yaitu lahirnya Bodhisatwa ke dunia dan alam menyambutnya dunia bergetar bersuka ria dengan adanya gempa yang merupakan tanda Sidharta Gotama Lahir dan melakukan ikrar Suci dan saat berjalan bekas telapaknya tumbuh bunga Teratai.

Peristiwa kedua saat pertapa Gotama mencapai penerangan sempurna di bawah pohon Bodhi pada Purnama sidhi bulan Waisak setelah memperoleh kemenangan menaklukkan Mara Penggoda dan jalan kebenaran ditemukannya.
Peritiwa ketiga yaitu Parinibbana Sang Buddha di bawah pohon Sala yang kembar pada tahun 543 sebelum masehi. Nasihat terakhir Sang Buddha yang selalu kita ingat bahwa “Segala sesuatu perpaduan tidak kekal dan berjuanglah dengan sungguh-sungguh dengan penuh kesadaran.”

Perayaan Waisak tahun 2021 ini merupakan tahun kedua dalam kegiatan pada masa pandemi Covid-19 yang segala kegiatan waisak harus dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Dalam kegiatan apapun ada pembatasan peserta dalam rangkaian menyambut Tri Suci Waisak 2565 tahun 2021
Namun semangat dan spirit untuk menyambut untuk memperingati Waisak tetap dilakukan umat Buddha di berbagai daerah sebagai bentuk meneladani apa yang sudah dilakukan Sang Buddha untuk selalu mengembangkan cinta kasihnya kepada semua mkhluk agar terbebas dari penderitaandan memperoleh kebahagiaan sejati.

Kegiatan umat Buddha dalam rangkaian sebulan menyambut Waisak setiap orang dan masyarakat berbeda beda dalam praktek Dhamma untuk mengamalkan ajaran Buddha berupa membantu masayarakat yang berdampak pandemi, ada yang melaksanakan Atthasila selama satu bulan, mengikuti pendalaman Dhamma dengan puja bhakti di rumah maupun lewat online , melepaskan satwa atau fangsen, dan juga melakukan ziarah ke makam Pahlawan.
Kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Surabaya dilaksanakan Rabu pagi (26/5) pukul 7.30 WIB yang dikoordinir oleh Ketua Permabudhi Jawa Timur Romo Irwan Pontoh dan Ketua Majelis agama Buddha yang tergabung dalam Persatuan Umat Buddha Indonesia yang disingkat PERMABUDHI. Dalam sambutannya Romo Irwan Pontoh menyampaikan kita hendaknya selalu mengingat jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonsia.

Dalam acara tersebut sebelum tabur bunga dilakukan pemberian tali asih kepada para penjaga dan petugas makam sebagai ucaan terima kasih atas dedikasinya merawat makam tetap terjaga dan bersih baik dari kotoran maupun rumput rumput liar. Usai pemberian tali asih para ziarah foto bersama dan dilanjutkan tabur bunga di pusara para pahlawan bangsa. (Sunarto–Vihara Dhamma Jaya Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi