Minggu, 12 April 2026, pukul : 03:52 WIB
Surabaya
--°C

Samurai Bond, Makna Sebuah Keberhasilan atau Kegagalan?

KEMPALAN: Samurai sering digambarkan sebagai sosok bangsawan militer yang ada di abad pertengahan. Ksatria sejati dengan seperangkat tatanan yang dikenal sebagai bushido, termasuk aspek sosial dan cara hidup dalam kesehariaannya dalam bermasyarakat.

The Last Samurai, tidak sekadar epos atau gambaran cerita kepahlawanan para samurai dalam melakukan penolakan untuk dimodernisasi namun juga visualisasi betapa mengharu birunya masa-masa berakhirnya Samurai. Dan, Tom Cruise semakin melambung saja namanya setelah memerankan tokoh Kapten Nathan Algren – mantan Angkatan Darat Amerika di film ini, jauh sebelum Mission Impossible dalam berbagai edisinya.

Benar saja, pasca Restorasi Meiji di akhir abad 19 akhirnya Samurai benar-benar dihapuskan dan digantikan keberadaannya oleh tentara nasional, sekalipun semangat dan jiwa Samurai tak pernah mati.

Menyebut kata samurai tentu tak dapat lepas dari Jepang. Negara yang seolah sudah terkubur hidup-hidup, mati dan tak akan hidup lagi setelah bom atom Nagasaki dan Hiroshima. Namun siapa sangka, Jepang sekarang telah menjelma menjadi sebuah kekuatan tersendiri. Dengan populasi di kisaran 130 juta jiwa dan PDB perkapita $44,550, Jepang menempatkan dirinya sebagai negara kelas satu.

Jepang yang sekarang benar-benar telah berhasil malakukan “balas dendam”, sudah “menjatuhkan banyak bom” nya ke banyak negara. Bom-bom yang dijatuhkan Jepang ke banyak negara tersebut dalam bentuk output hasil produksi; mobil, motor, mesin-mesin, kapal, dan lain-lain.

Itulah bom (baca: ekspor) yang dijatuhkan Jepang dan ternyata banyak negara juga yang masih menunggu untuk di bom oleh Jepang. Luar biasa. Jepang memenangkan pertempuran tidak dengan meluluhlantakkan infrastruktur negara tersebut namun justru mampu membuat negara-negara lain “terpaksa” membeli produk Jepang.

Surplus neraca pembayaran, dan devisa adalah implikasinya, tentu saja semakin makmurlah Jepang. Bagaimana dengan Samurai Bond? Ini adalah samurainya Indonesia.  Sebagai sebuah surat utang negara dalam valuta asing atau obligasi yang berdenominasi yen, tahun 2020 pemerintah kita “sukses” menerbitkan Samurasi Bond senilai ¥ 177 miliar yang terbagi dalam enam seri dengan tenor 20 tahun.

Tahun ini, kembali pemerintah “sukses” menerbitkan Samurai Bond yang berhasil mencetak benchmark size JPY 100 miliar atau sekitar Rp 132,2 triliun. Disebut oleh Dubes Indonesia untuk Jepang bahwa kesuksesan ini bukti kepercayaan atas kredibilitas ekonomi Indonesia.

Meskipun saat ini dalam kondisi state of emergency namun  investor Jepang masih menunjukkan minat kuat pada Samurai Bond Indonesia. Hal ini tampak dari peningkatan kenyamanan dari komitmen konsistensi Indonesia di Pasar Samurai Jepang.

Sebagaimana halnya Surat Utang Negara (SUN) yang lain, Samurai Bond adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunganya dan pokok hutangnya oleh negara sesuai masa berlaku yang sudah ditetapkan. Peruntukannya dapat untuk pembiayaan defisit APBN, menutup kekurangan kas jangka pendek dalam satu tahun anggaran, termasuk di dalamnya untuk saat sekarang adalah dalam rangka pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Mencermati pemahaman Samurai Bond yang sejatinya adalah sebuah surat utang negara, sesungguhnya kita boleh merenung dalam diri. Ini sebuah keberhasilan atau kegagalan. Dikatakan keberhasilan, nyatanya dalam masa selanjutnya ternyata kita kebebanan pokok hutang dan bunga.

Dikatakan kegagalan, nyatanya dengan pendanaan ini kita akhirnya mampu menangani defisit APBN dan investasi yang dimasa yang akan datang capaian atas investasi tersebut dimungkinkan memiliki kemampuan berkontribusi dalam pembayaran hutang dan pokok bunganya.

Pertanyaannya sekarang, atas penerbitan Samurai Bond ini, setuju yang manakah, sebuah keberhasilan atau sebuah kegagalan? Selamat berpikir, jangan lupa senyum sendiri. Salam.  (Bambang Budiarto–Redaktur Tamu Kempalan.com, Dosen Ubaya, Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)  

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.