Kamis, 30 April 2026, pukul : 14:14 WIB
Surabaya
--°C

Geger Operasi Veritas, Upaya Bekas Intel dan Aktivis Ekstrem Kanan Pro-Trump

WASHINGTON-KEMPALAN: Sebuah dokumen berisi daftar nama serta komplotan aktivis konservatif AS telah diterima The New York Times baru-baru ini. Dokumen bertajuk Operasi Veritas tersebut juga menyebut keterlibatan bekas intel Inggris berada dibalik pemerintahan Presiden Donald Trump guna mendiskreditkan siapapun musuh Trump.

Dalam dokumen juga tertulis kampanye yang telah direncanakan menyudutkan penasihat keamanan nasional Trump pada saat itu, H.R. McMaster. Selain juga disebut berbagai operasi pengawasan rahasia terhadap para karyawan F.B.I. Tujuannya, mengungkap sentimen anti-Trump di jajaran biro itu

The New York Times juga menyebut, operasi anti-FBI, yang dijalankan kelompok konservatif ini, dilakukan dari sebuah rumah besar di pojok Georgetown di Washington. Rumah itu dikontrak seharga $ 10.000 per bulan. Seorang perempuan termasuk diantara para penghuni rumah itu, dan ia sering menyamar saat bertemu dengan karyawan F.B.I. Ia melakukan perekaman selama pertemuan guna mengetahui apakah karyawan FBI ada yang meremehkan Trump.

Dalam wawancaranya ke sejumlah narasumber, The New York Times menyebut dalang operasi Veritas adalah Richard Seddon, bekas mata-mata Inggris. Pada tahun 2016, Seddon direkrut kontraktor perusahaan keamanan swasta Erik Prince guna melatih para operator Proyek Veritas. Pelatihan dilakukan di ‘ranch’ milik Erik di Wyoming, yang bertujuan untuk menyusup ke serikat pekerja, kampanye kongres Demokrat, dan target lainnya.

Erik Prince selama ini dikenal berkat operasi Blackwater. Ia banyak merekrut para mantan serdadu komando AS untuk diterjunkan sebagai tentara swasta dalam proyek keamanan global yang difasilitasi Pentagon. Kedekatan Erik Prince ke kelompok konservatif terjalin sejak ia magang di gedung putih pada tahun 1990. Ketika Trump jadi presiden pada 2016, Erik segera merapat.

Seddon menjalankan kegiatan lapangan untuk Operasi Veritas hingga pertengahan 2018. Namun, The New York Times masih terus menelusuri apakah ada penasihat Gedung Putih Trump yang punya akses langsung pada kegiatan mata-mata itu. Salah satu peserta operasi Veritas, Barbara Ledeen, mengatakan bahwa dia dibawa oleh seseorang yang “memiliki akses ke kalender McMaster”.

Ledeen melakukan kegiatannya tatkala ia masih berstatus sebagai anggota staf Komisi Hukum Senat. Komisi ini diketuai Senator Charles E. Grassley, Republikan asal Iowa. (The New York Times/reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.