Kamis, 16 April 2026, pukul : 11:22 WIB
Surabaya
--°C

Korban Tewas Meroket Jadi 109, Idul Fitri di Palestina Penuh Duka

YERUSALEM-KEMPALAN: Sejak Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza yang terkepung pada Senin (10/5) malam, kementerian kesehatan Gaza mengatakan pada Kamis (13/5) setidaknya 109 orang, termasuk 28 anak-anak, telah tewas, dan 580 lainnya terluka.

Setidaknya tujuh warga Israel termasuk seorang anak telah tewas dalam serangan roket yang diluncurkan oleh kelompok bersenjata di Gaza, yang dipimpin oleh kelompok Palestina, Hamas.

Friksi di kota itu juga menyebar ke kompleks Masjid Al-Aqsa, yang digerebek pasukan Israel selama tiga hari berturut-turut selama minggu terakhir Ramadhan, menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah jamaah di dalam masjid.

Melansir dari Al Jazeera, peningkatan serangan Israel terbaru menyusul ketegangan berminggu-minggu di Yerusalem Timur yang diduduki. Sementara itu, sidang pengadilan juga ditunda terkait dengan pengusiran paksa beberapa keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah.

Hamas pada hari Senin (10/5) mengeluarkan ultimatum yang menuntut Israel menarik pasukannya dari kompleks tersebut, situs tersuci ketiga dalam Islam yang juga dihormati oleh orang Yahudi.

Tak lama setelah tenggat waktu berakhir, Hamas meluncurkan beberapa roket ke arah Yerusalem, dengan Israel melancarkan serangan udara segera setelah itu.

Militer Israel mengatakan sekitar 1.600 roket telah ditembakkan dari Gaza ke berbagai lokasi di Israel sejak Senin.

Juru bicaranya Jonathan Conricus mengatakan kepada wartawan pada Kamis (13/5) bahwa serangan di Gaza akan terus berlanjut saat Israel bersiap untuk “berbagai skenario”.

Idul Fitri dalam Keadaan Duka

Kamis (13/5) adalah hari pertama Idul Fitri, hari libur keagamaan bagi umat Islam yang menandai akhir bulan suci Ramadhan.

Namun alih-alih merayakan kegembiraan dan pertemuan untuk keluarga dan teman, pemakaman diadakan ketika Hamas mengirim lebih banyak roket ke Israel dan jet tempur Israel terus menghantam daerah kantong yang dikepung, termasuk di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir.

Di Kota Gaza, para pelayat membawa jenazah dari Masjid Al-Omari pada Kamis (13/5) pagi ke kuburan di ujung timur kota. Sepanjang prosesi, suara serangan udara yang membombardir dan tembakan roket terdengar hampir terus-menerus.

Karena serangan udara, belasungkawa bagi mereka yang tewas hanya dibagikan melalui telepon.

Para pejuang terus mengeluarkan mayat di bawah puing-puing pada Kamis (13/5) malam. Seluruh keluarga Al Tanani termasuk empat anak ditemukan dari puing-puing rumah mereka di Beit Lahia, Gaza utara.

Empat orang termasuk dua anak ditemukan di rumah keluarga Al Rantisi di Rafah, media lokal melaporkan. (Al Jazeera, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.