SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengingatkan kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat terhadap penularan Covid-19 yang masih fluktuatif. Terlebih di sejumlah negara, angka penularan Covid-19 sedang mengalami peningkatan cukup signifikan seperti di India, Thailand dan Filipina.
Kewaspadaan juga ditingkatkan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini. Mengingat, dalam seminggu ini ada sekitar 2 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah kembali dan 22 orang di antaranya terkonfirmasi Covid-19. Saat ini, mereka sedang dilakukan sekuensing di ITD Universitas Airlangga (Unair). Sebab ada varian-varian mutasi Covid-19 yang sudah terdeteksi.
“Saya mendapatkan penjelasan singkat terkait proses sekuensing yang mengatakan bahwa varian itu telah masuk di Jatim. Yang kita khawatirkan adalah percepatan penyebarannya dan keparahannya. Dan kuncinya adalah tetap menggunakan masker,” tutur Khofifah saat memberikan sambutan dalam pelantikan bupati dan wakil bupati Pacitan di Gedung Negara Grahadi, Senin (26/4).

Dijelaskan Khofifah, bagi penyintas Covid-19 dan orang yang telah divaksin mungkin anti bodinya telah tinggi. Tapi, Khofifah tetap meminta agar semua waspada menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. “Kita sudah melihat fenomena di India, Filipina dan Thailand yang sedang tinggi-tingginya. Begitu juga yang sangat tinggi di daerah Timur Tengah seperti Irak, Iran dan Yaman,” katanya.
Dari proses mutasi yang terjadi, lanjut Khofifah, virus dari Wuhan itu sudah tidak ada di Jatim dan yang saat ini yang ada ialah mutasi virus dari Eropa. Hal ini sempat didiskusikan tentang vaksin Sinovic yang digunakan karena diproduksi di China. Sementara virus dari Wuhan sudah nol sejak November dan mutasi virusnya yang bergerak dari Eropa.
“Besok Menko Maritim dan Investasi serta Menko Polhukam akan mendapat penjelasan tentang vaksin Merah Putih. Pada posisi inilah kehati-hatian dan kewaspadaan di antara kita semua tetap dijaga,” terang mantan Mensos RI ini.
Terkait hal itu, Khofifah berpesan kepada Bupati Pacitan Indrata Banyuaji serta Wakilnya Gagarin yang baru dilantik agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. Karena selain dampak terhadap kesehatan, Covid-19 juga memiliki dampak terhadap peningkatan angka kemiskinan. Karena berdasar indeks risiko bencana bisa berdampak sampai 80 persen terhadap kemiskinan ketika terdampak bencana.
Menurut Khofifah, hal ini juga penting dilakukan dalam upaya kewaspadaan terhadap bencana alam. Sebab, ketika beberapa waktu lalu BMKG melakukan mitigasi potensi gempa bumi di Pacitan, namun yang terjadi justru di titik terdekat Malang dan Lumajang.
“Kita melihat bahwa TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) di Pacitan sangat rendah. Tapi kami mohon saat ini kita harus sangat waspada,” pinta Khofifah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga berpesan agar proses perjalanan pemerintahan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Karena di dalamnya ada proses Musrenbang Kabupaten dan Provinsi yang sudah selesai serta penyusunan APBD yang sudah diputuskan.
Maka, pihaknya berharap apa yang sudah termaktub dalam Musrenbang dan yang sudah diputuskan dalam APBD dapat ditarik sinergitas dengan provinsi sekaligus Musrenbang Nasional yang rencananya akan digelar awal Mei ini.
“Mohon keberlanjutan pembangunan dapat tetap dimaksimalkan. Kita berdoa agar proses kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati untuk memajukan serta menyejahterakan Pacitan akan diberikan kemudahan Allah SWT,” pungkas Gubernur Khofifah. (*)

Penulis: Dwi Arifin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi