Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 08:59 WIB
Surabaya
--°C

PWI Jatim Mengutuk Kekerasan terhadap Wartawan TEMPO, Nurhadi

SURABAYA-KEMPALAN: Pengurus PWI Jatim sangat menyesalkan peristiwa kekerasan yang dialami wartawan Majalah Mingguan TEMPO, Nurhadi, dalam menjalankan tugas jurnalistik di Surabaya, Sabtu (27/3) malam, sebagaimana disampaikan Pemred TEMPO.

“Menyikapi kasus ini, pengurus PWI Provinsi Jatim menyampaikan enam pernyataan sikap,” kata Ketua PWI Jatim Ainur Rohim dalam rilisnya, Sabtu (28/3) malam.

Pertama, PWI Jatim menyesalkan dan sangat mengutuk kejadian kekerasan yang dialami Nurhadi dalam menjalankan tugas jurnalistik

Kedua, mengingatkan kepada semua kalangan dan pihak bahwa profesi wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang, Kode Etik Jurnalistik, dan regulasi lain yang sah di mata hukum dan negara.

Ketiga, kejadian kekerasan yang dialami Nurhadi adalah bentuk ancaman terhadap hal-hal lebih prinsip dalam kehidupan pers nasional, yakni ancaman terhadap kebebasan dan kemerdekaan pers, yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar dan mesti dilindungi negara Indonesia sebagai negara demokrasi.

Keempat, meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan membawa pelakunya ke peradilan untuk mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Kelima, meminta kepada rekan-rekan wartawan dan pengelola media massa tetap mengedepankan langkah dan proses hukum serta mengawal kasus ini hingga tuntas.

Sedang yang keenam, menurut Ainur Rohim, pers nasional, khususnya pers di Jatim, tidak surut dan tidak takut menjalankan fungsinya sebagai kekuatan sosial kontrol.

“Khususnya terhadap kasus korupsi, perilaku pihak-pihak yang gandrung kepada kekerasan, dan lainnya, dengan tetap memperhatikan UU Nomor 40/1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan regulasi lain yang sah,” ujarnya.

“PWI Provinsi Jatim, memandang kejadian yang menimpa wartawan TEMPO, Nurhadi, menyadarkan kita bersama bahwa ikhtiar untuk menjalankan dan menegakkan kebebasan dan kemerdekaan pers masih menghadapi banyak hambatan dan tantangan berat,” pungkas jurnalis senior yang akrab disapa Air ini.

Penulis: Dwi Arifin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.