Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 22:13 WIB
Surabaya
--°C

Menkes: Stok Vaksin Indonesia Menipis, Hanya Bisa untuk 15 Hari

JAKARTA-KEMPALAN: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia akan sangat menipis pada April 2021.

Penyebabnya, dua gelombang pengiriman vaksin Covid-19 AstraZeneca ke Indonesia ditunda akibat embargo vaksin dari India.

“April (persediaan vaksin) kita akan sedikit sekali. Kita hanya punya 7,6 juta vaksin Sinovac,” ujar Budi dalam konferensi pers virtual pada Sabtu (27/3/2021) malam.

Sedianya, Indonesia akan menerima sebanyak 2,5 juta vaksin AstraZeneca pada 25 Maret 2021. Setelah itu, vaksin yang sama akan kembali datang ke Tanah Air sebanyak 7,8 dosis pada April 2021.

Namun, pihak Covax-GAVI selaku penyedia vaksin AstraZeneca untuk negara miskin dan berkembang mengumumkan penundaan dua gelombang pengiriman ke Indonesia.

“Di bulan April nanti kita hanya ada 7,6 juta dosis karena yang ini tadi (dua gelombang pengiriman) tadi hilang,” ungkap Budi.

“Padahal kita nyuntiknya sudah 500.000 dosis perhari, bahkan mungkin bisa meningkat jadi 600.000 dosis sehari. Artinya 7,6 juta itu (untuk) suntik 15 hari habis,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Budi menyebut pemerintah saat ini sedang memikirkan bagaimana caranya bisa mengatasi isu ketersediaan vaksin.

Sebelumnya Budi mengatakan, pihak Covax-GAVI selaku penyedia vaksin AstraZeneca untuk Indonesia memutuskan menunda pengiriman vaksin itu ke Tanah Air.

Penundaan yang dimaksud menyasar dua kali rencana pengiriman vaksin pada Maret dan April 2021 atau gelombang kedua dan ketiga.

Cakupan vaksinasi COVID-19 bagi lansia dinilai lebih lambat jika dibandingkan petugas pelayanan publik. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa dibutuhkan model baru pelaksanaan vaksinasi untuk mempercepat pencapaian.

Dalam diskusi virtual pada Sabtu kemarin, Menkes mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi lansia dinilai lambat, dikarenakan beberapa faktor salah satunya kondisi kesehatan fisik.

Memang saya ingin fokus ke lansia namun lansia ini agak sulit juga memvaksinnya, ada yang ragu-ragu datang, mereka enggak lebih mobile dari yang lebih muda,” kata Budi dikutip dari siaran pers di laman Kementerian Kesehatan, Sehat Negeriku pada Minggu (28/3/2021).

Dalam laporan Kemenkes, capaian vaksinasi nasional pada lansia lebih rendah yaitu 1,3 juta orang, daripada pencapaian pada petugas publik yang mencapai 3,9 juta orang.

Kemenkes mengungkapkan, ada lima provinsi dengan jumlah lansia paling banyak namun capaian vaksinasinya masih rendah.

Kelima provinsi tersebut adalah Jawa Barat yaitu 4,4 juta lansia dengan capaian 133 ribu; Jawa Tengah 3,1 juta Lansia dengan capaian 299 ribu; Jawa Timur 2,5 juta lansia dengan capaian 138 ribu; Sumatera Utara 1,2 juta lansia dengan capaian 35 ribu; dan Banten 1,1 juta lansia dengan capaian 44 ribu. (lp/kn/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.