KABUL-KEMPALAN: Minggu lalu, diadakan konferensi internasional di Moskow, Rusia untuk memberi dorongan kepada pemerintah Afghanistan maupun Emirat Islam Afghanistan (Taliban) agar lebih cepat menyelesaikan permasalahan politik di negara tersebut.
Menurut Tolonews, dalam pertemuan itu, sempat ada pertengkaran mulut antara mantan wakil presiden beretnis Uzbek, Marsekal Abdul Rashid Dostum dengan Mullah Fazel Akhud dari EIA pada Kamis (18/3). Pertengkaran ini muncul ketika Dostum menaruh tangannya di pundak Fazel dan bertanya mengenai kesehatannya, namun tangan tersebut ditampis oleh Fazel yang lalu menyebut Dostum sebagai ‘pembunuh’ dan ‘pengkhianat’.
Usut punya usut keduanya memang pernah beradapan di medan perang, dimana Fazel maupun Dostum saling mengalahkan satu sama lain. Setelah kejatuhan rezim Taliban pada tahun 2001, Fazel sempat mengalah kepada pasukan Dostum yang mana sang marsekal meberikan Fazel kepada AS yang pada gilirannya memasukkan komandan Taliban itu ke dalam Guantanamo Bay, penjara AS untuk para teroris. Dostum sendiri pernah masuh dalam film Hollywood berjudul 12 Strong.
Lalu, Siapakah Mullah Mohammad Fazel Akhund?
Menurut dokumen Departemen Pertahanan Amerika Serikat, pria beretnis Pashtun kelahiran tahun 1968 di Provinsi Uruzgan ini sekarang menjadi salah satu negosiator pihak Taliban di Doha, Qatar. Bersama ibunya, Fazel pindah dari Uruzgan menuju kamp pengungsi di Pakistan selama invasi Soviet atas Afghanistan. Di Pakistanm ia mendapatkan pelajaran agama di Madrasah Rabinyah di Quetta.
Mullah Abdul Ghafar adalah orang yang menarik Fazel masuk ke dalam Emirat Islam Afghanistan pada tahun 1995, dimana ia berangkat dari Quetta menuju Kandahar. Ia memulai karir ketentaraannya di Taliban dengan menjadi tentara di Kandahar. Pada tahun 1996 ia mulai mengomandani 30 orang dan setahun kemudian mulai memimpin 100 orang.
Selama tahun 1999-2001 ia bahkan memegang 2.500 hingga 3.000 tentara dan terlibat dalam pertempuran dengan Aliansi Utara di Provinsi Takhar dengan menjadi Komandan Divisi ke-10 di provinsi itu yang membawahi sekitar 5.000 pasukan. Selama tahun 2000 ia menjadi komandan taliban yang bertempur di Nahrin.
Usai kejatuhan Taliban dari tampik kekuasaan, Mullah Fazel menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata dari Emirat Islam Afghanistan pada tahun 2001 dan Komandan Lapangan dari pasukan Taliban di Provinsi Takhar. Ia juga menjadi penghubung antara Taliban dengan Al-Qaeda dan Gerakan Islam Uzbekistan (IMU) serta para pemberontak di Chechnya. Ia juga diidentifikasi sebagai Wakil Menteri Peperangan untuk Front Utara.
Fazel dianggap bertanggung jawab atas kematian delapan diplomat Iran di Mazar-e-Sharif pada tahun 1998, meskipun memberikan pembenaran terhadap pembunuhan tersebut, namun ia tidak pernah mengakui bahwa pembunuhan tersebut dilakukan olehnya.
Ia sempat membuat cemas pemimpin Republik Islam Afghanistan pada tahun 2020, ketika sebuah rekaman tersebar luas yang memperlihatkannya bertemu dengan anggota Emirat Islam Afghanistan di sebuah kamp pelatihan di wilayah yang tak disebutkan namun diduga berada di Pakistan. (Tolonews/Dokumen DoD, rez)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi