KEMPALAN: Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan bahwa sekitar 82,8 persen usaha makro dan mikro terdampak pandemi Covid-19. Artinya tidak sampai 20% usaha yang tidak terdampak pandemi ini. Data statistic tersebut menunjukkan bahwa sektor bisnis menjadi salah satu yang paling terdampak akibat pandemi yang massif ini.
Teten menyebuat, bahwa pelaku usaha terkhusus UMKM, untuk mampu memiliki sifat adaptif dengan keadaan zaman yang serba dinamis. Perubahan-perubahan menuju kebaikan, seperti pemanfaatan teknologi sudah mulai harus digunakan.
Menurut mantan Kepala Staf Kepresidenan RI ini, UMKM harus mulai menata ulang konsep dan model bisnis dengan perkembangan terkini.
“Selain itu, memangkas beberapa biaya, inovasi juga harus dilakukan melalui produk dan layanan,” ucap Teten Masduki dalam webinar yang digelar Suara.com, bertajuk Adaptasi dan Teknologi, Kiat UMKM Lokal Terus Berkembang di Tengah Pandemi, Jumat (19/3).
Teten menghimbau agar para pelaku UMKM untuk bergeser pada ekosistem digital dengan menjajakan produknya di platform digital, seperti e-commerce.
“Ini banyak yang dilakukan oleh UMKM fesyen. Mereka banyak beralih memproduksi pakaian murah, dan juga makanan minuman yang dijual dalam bentuk kemasan,” Jelas Teten.
Pria kelahiran Garut ini menyarankan agar UMKM bisa menjaga hubungan dengan para konsumen, suplier, hingga distributor. Karena menurutnya, sangat penting bagi para UMKM melakukan sinergisasi dan kolaborasi dengan pelaku usaha lain. Hal ini akan berbading lurus pada efisiensi dan menggodok ide baru dalam keperluan bisnis. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi