Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 00:16 WIB
Surabaya
--°C

Antre Vaksin di Senayan Sempat Berkerumun, Belum Ada Vaksin Palsu di Indonesia

JAKARTA-KEMPALAN: Antrean vaksin yang digelar Kementerian BUMN di Istora Senayan Jakarta sempat berjubel tanpa protokol kesehatan dan tanpa nomor antrean, Selasa (9/3).

“Idenya bagus tapi tidak dipersiapkan dengan baik. Mau vaksinasi agar sehat, tetapi tidak memperhatikan protokol kesehatan. Harusnya pakai nomor antrean. Tetapi untung beberapa waktu kemudian panitia berhasil menertibkan kerumunan antrean vaksin tadi,” ujar salah seorang peserta yang hendak divaksin kepada kempalan.com.

Antrean vaksin yang digelar Kementerian BUMN di Istora Senayan Jakarta sempat berjubel tanpa protokol kesehatan dan tanpa nomor antrean, Selasa (9/3).

Sebagaimana diketahui, Kementerian BUMN menggelar sentra vaksinasi covid-19 di sejumlah lokasi. Program yang ditargetkan bisa menjaring 5.000 pendaftar setiap harinya itu dilakukan demi mempercepat proses vaksinasi corona.

Program mulai digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (8/3). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program ini merupakan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation.

Untuk tahap awal, program akan difokuskan terlebih dahulu bagi para lansia. Ia berharap dengan kegiatan ini  target percepatan program vaksinasi nasional sebanyak satu juta vaksin terpenuhi per akhir Maret 2021.

Antrean vaksin yang digelar Kementerian BUMN di Istora Senayan Jakarta setelah ditertibkan, Selasa (9/3).

Sementara itu, satgas Penanganan Covid-19 menanggapi isu adanya sindikat vaksin Covid-19 palsu. Baru-baru ini, interpol membongkar jaringan sindikat vaksin palsu yang berada di China dan Afrika Selatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, hingga saat ini sindikat vaksin Covid-19 palsu tidak ada di Indonesia. “Semua pengadaan vaksin dilakukan melalui skema G to G (government to government) sehingga terjamin keaslian vaksinnya,” kata Wiku saat international media briefing.

Meski saat ini tidak ditemukan kasus pemalsuan vaksin, Wiku menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan kasus ini. Pemerintah juga akan memberikan edukasi dan berkoordinasi dengan perusahaan yang melakukan pengadaan vaksin lain dalam skema gotong royong guna memastikan keaslian vaksin yang diadakan perusahaan tersebut.

Setiap vaksin yang diadakan perusahaan, juga harus mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) atau Distribution License Number dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM). “Patut diperhatikan bahwa pemalsuan vaksin Covid-19 merupakan kejahatan yang membahayakan kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” kata Wiku.

Vaksin Terbaik yang Segera Bisa Didapat

Menurut Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono, jenis vaksin Corona yang terbaik adalah vaksin yang bisa segera didapatkan, sehingga dapat melindungi diri COVID-19.

“Jawaban saya, bukan sebagai siapa di Kementerian Kesehatan, tapi sebagai dokter yang sehari-hari bertemu dengan pasien adalah vaksin apa pun yang terbaik asalkan Bapak dan Ibu dapat divaksin, itulah yang terbaik,” kata dr Dante.

dr Dante mengatakan, beredarnya informasi mengenai variasi efektivitas vaksin dari berbagai merek membuat kita lupa bahwa semua vaksin Corona yang telah mendapat izin penggunaan itu sudah terbukti kemanjurannya.

“Seluruh penelitian uji klinis dan paper yang telah terpublikasi, vaksin terbukti secara statistik signifikan dalam menurunkan risiko dirawat atau kematian akibat COVID-19,” jelasnya.

“Dari 7 uji klinis vaksin yang besar, seperti Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, Novavax, AstraZeneca, Sputnik V, Sinovac terbukti efektif untuk mencegah komplikasi COVID-19,” ungkapnya.

dr Dante pun mengatakan, andaikan infeksi virus Corona hanya menyebabkan gejala ringan yang tidak berbahaya atau mematikan, tentu negara-negara tak akan sibuk melakukan vaksinasi COVID-19 kepada warganya.

Lebih lanjut, kata dr Dante, vaksin Corona memang tidak dapat mencegah infeksi, namun berkat kekebalan yang didapat dari vaksinasi membuat kita tak akan mengalami infeksi parah apabila terkena COVID-19. (et/rp/nn/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.